Rabu, 05 Juni 2013
Cara Membuat Database MySQL Menggunakan phpMyAdmin di XAMPP
Cara Menginstal PrestaShop di Komputer (Instalasi Offline)
Cara Menginstal PrestaShop di Komputer (Instalasi Offline)
Minggu, 02 Juni 2013
XAMPP software for webserver
http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html#1156
Sabtu, 25 Mei 2013
Sudahkah kita bersyukur?
Hari Minggu kemarin adalah hari berKMB bersama dengan mentor Juragan Dhika di Kantor ODNV. Yang hadir Saya,Pak Movied, Pak Udien, Pak Chandra, Bu Riski (Dari Surabaya) dan yang absen Pak Cris dari Manado dan Bu Ocha suaminya sakit kena DBD (semoga lekas sembuh ya suaminya bu).
Semua peserta saling memaparkan action plannya selama 1 bulan. Ada yang menarik dari saya adalah pemaparan Bu Riski juragan Clothing dia membuat Papan di tempat kerjanya yang isinya semua tempelan dari Yellow Note dari semua karyawan dan tiap sore hari selalu berubah. Bu Riski mewajibkan setiap karyawannya (para tukang jahit) menuliskan kata kata syukur setiap sore hari. Sesulit apapun kerjaan atau yang dilalui hari ini walaupun sedang dalam keadaan kesal selalu ditutup pulang dengan menuliskan kata syukur (yang positif) di kertas tsb.
Wow menarik sekali menurut saya, suatu tindakan yang mungkin sebagian usaha/kantor tidak berguna tapi menurut saya mengajarkan dan menanamkan rasa syukur kita setiap hari kepada sang Pencipta. Karena semakin kita bersyukur semakin kita diberikan kenikmatan yang lebih lagi.
Saya mulai mengikuti caranya mulai dari rumah. Dirumah saya buat papan kecil dan menyediakan yellow note buat di tulis sekeluarga. Saya mulai mengajarkan kepada anak saya Bintang mencoba bersyukur bukan cuma sekedar di ucapkan tapi di tulis dan di tempel di papan. "Kak Bintang, coba apa yang kakak syukuri hari ini" ucapku. Sambil menatap wajahnya yang masih bingung dengan maksud saya. saya pancing dengan percakapan. "Kalau Ayah bersyukur hari ini, yang pesen edible sampai 15 orang..., kalau kamu... Apa yang didapat hari ini?" Tanyaku sambil menempel tulisan di papan bersyukur. "OOh.. Aku dapat nilai A di kursus bahasa Inggris ku" jawab Bintang. "Good.. Very good! Sekarang kamu tulis di kertas dan tempel di papan ya" ucapku. Dengan semangat dia menuliskan kata syukurnya di papan tersebut. "Kalau Adek Mentari apa sykurnya hari ini?" Tanyaku kepada Mentari sambil melihat muka polosnya yang masih TK B. "Tadi kamu Ngaji kan? Kehujanan gak pulangnya" tanyaku. "Iya yah, Alhamdulillah akuh pulang ngaji pas pulangnya hujan aku sama kakak lariii untung aku gak kebasahan. Pas sampe rumah baru hujannya makin gede yah.." Ucapnya sambil lompat lompat kegirangan ketemu jawaban yang saya tanya :) karena Si Mentari belum bisa nulis akhirnya di bantu Kakaknya menulis dan menempelkan kata syukurnya di papan.
Kok Beda ya rasanya kalau dilakukan bersama sama. Kayanya seberat apapun hari ini kalau kumpul sama keluarga dan bersyukur mulai dari hal hal yang kecil dilakukan bersama terasa lain sekali. Mudah mudahan bisa terus mengajarkan cara bersyukur mulai dari anak anak dan keluarga. Terus nanti di coba di usaha bersama para asisten CokMen.
Sudahkan Kita Mengucapkan syukur hari ini?
Wassalam @Ismed Ismail
Salam
@IsmedIsmail | @Imedpreneur TDA 002-0011 | Pin: 274CA288
www.DiliputMedia.com | ebook "Jurus Bisnis Diliput Media Gratiss!"
www.CoklatMentari.com | "Fotomu terasa Manisss sampai Gigitan Terakhir!"
www. MaduHutanLiar.com | "Madu Asli dan Langka dari Hutan Indonesia"
__._,_.___
6 jurus jitu mendatangkan pengunjung ke Web
"Setelah membuat website, trus enaknya diapakan ya mbak?"
"Toko Online saya udah 6 bulan tapi belum pernah transaksi sama sekali tuh, kira2 kenapa ya?"
Apakah pertanyaan diatas adalah milik Anda?hehehe...
Karena cukup sering saya mendapatkan pertanyaan seperti diatas, maka dikesempatan ini saya coba menjawab.
Untuk lebih lengkapnya silahkan langsung ke postingan di blog Jurus Jitu Mendatangkan Pengunjung ke Website
Jawabannya sebetulnya simple, setelah Anda memiliki website atau toko online ya dipromosikan donk. Ibarat toko offline saja butuh promosi, dipasangi banner, adakan acara soft launching, promo diskon, dsb. Nah website juga begitu, perlu dipromosikan.
Lalu pertanyaan berikutnya muncul, "Lha terus gimana caranya mempromosikan website itu mbak?" dengan wajah sedikit mengkerut dan mulai kesal. heheheh...
Tenang-tenang...
Caranya banyak...disini saya kasih tau 6 cara yang paling ampuh, yang bisa Anda terapkan sesuai kebutuhan nya masing2 :
1. Pasang Adwords, kalau sudah mantap dengan produk dan webnya plus ada modal untuk beriklan, langsung pakai adwords saja.
2. Pakai SEO, ini agak lama, apalagi websitenya baru (domain nya baru), tapi hasilnya bisa untuk jangka panjang. Silahkan mulai belajar teknik-teknik SEO, banyak bertebaran ilmunya di Google, asalkan ulet.
3. Manfaatkan Sosial Media. Pastinya promosikan website dan produk jualan Anda di sosmed. Kalau perlu buat sosmed khusus untuk jualan, jangan nyampur sama akun pribadi.
4. Manfaatkan Forum, aktif di forum-forum diskusi seperti kompas, viva, detik. Buat signature yang mengarah ke website kita.
5. Gabung di Portal Ecommerce, jangan malu untuk mengiklankan produk Anda di Indonetwork, Tokobagus, Berniaga, dll. Traffic pengunjung mereka sangat besar, bisa saja penjualan berasal dari sana.
6. Sebar brosur, bagikan ditempat ramai. Tempel sticker di angkot, kopaja, dll.hehe
Intinya gimana supaya sebanyak mungkin orang tau tentang website kita. Karena inti dari Anda membuat website adalah ingin menjual produk kan? Nah gimana bisa menjual kalo websitenya saja gak ada pengunjungnya.
Ingat rumus ini: Semakin banyak pengunjung = semakin besar potensi penjualan
salam berjualan online,
Memperbesar benteng
Sewaktu ke Bandung saya bertemu dengan seorang pengusaha komputer besar yang mempunyai bermacam-macam usaha, sebut saja namanya gunawan
Bisnis utama dia adalah jual beli dan service laptop second beserta perangkatnya sedangkan bis
Llplnis sampingannya adalah rental mobil, game centre dan bisnis kuliner
Yang menarik dari dia adalah dia setiap hari selalu nongkrongin tokonya dari jam 8 pagi sampai 8 malam
Istrinya juga ikut di toko itu tetapi mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan orang luar
Si gunawan ini tidak hanya nongkrong, dia sudah punya pelanggan tetap yang tersebar di sekitar bandung yang dengan setia selalu datang ke tokonya
Bisnisnya sudah besar, dia sering masukin barang dari luar patungan bersama teman-temannya sesama pengusaha b komputer yang ada di harco jakarta
Dia menguasai pasar komputer di jawa barat terutama laptop yang saat ini menjadi bisnis andalannya
Dia tidak memanfaatkan internet untuk penjualan tetapi menggunakan internet untuk mencari barang yang akhirnya bisa kenal dengan saya
Dari banyak ngobrol, akhirnya terjadi transaksi bisnis lainnya yaitu kita sama-sama akan memasukkan barang dari singapore dan batam yang akan dilakukan dengan visit bersama untuk memastikan kondisi barangnya
Sebetulnya yang menarik bukan itu, yang menarik adalah dia, gunawan, tidak mendelegasikan pekerjaannya ke orang lain, dia rela nungguin kantornya selama 12 jam selama bertahun-tahun, bisnisnya dimulai tahun 98
Untuk bisnis yang lain, dia baru angkat orang kepercayaan untuk menjalankannya dengan sistim laporan rutin serta memasang banyak "mata-mata" disekitar orang kepercayaannya
Dari cara gunawan menjalankan bisnisnya ternyata ada banyak kesamaan dengan kawan-kawan saya yang chinese
Mereka selalu rela nungguin bisnisnya setiap hari selama bertahun-tahun dan mereka juga memainkan investasi ke dalam bentuk lain seperti bisnis, LM, reksadana, property, dll
Mereka selalu bergelut dengan rutinitas harian dengan dibantu sedikit karyawan
Apa yang dilakukan teman-teman chinese saya sangat berbeda dengan apa yang saya kenal di lingkungan saya walaupun tidak semuanya
Banyak kawan-kawan saya yang selalu bangga dengan jargon "bisnis jalan pengusaha jalan-jalan" atau "ternak teri"
Seolah-olah jika sudah bisa meninggalkan bisnisnya maka semua kelihatan hebat
Seolah-olah jika bisa mempunyai banyak karyawan maka bisa dipandangn sebagai pengusaha sukses
Istilah On Bisnis menjadi lebih hebat stratanya daripada In Bisnis, padahal bisnis tidak bisa dibuat segampang itu
Dalam sesi mentoring bersama coach Fauzy rachmanto, saya menemukan istilah benteng untuk penggambaran kondisi bisnis
Jika saat ini kita masih harus memperkuat benteng kita maka yaitulah pekerjaan yang harus kita lakukan setiap hari, setiap saat sampai benteng benar-benar kuat, sampai bisnis bisa menghasilkan cashflow yang mantap
Jika di suatu saat kita ingin merebut benteng lain maka segala macam resource yang ada bisa dikerahkan
Untuk merebut benteng lain kita bisa menghire orang lain untuk melakukannya dalam jangka waktu tertentu, misal 3 6 atau 12 bulan
Untuk pendanaan digunakan uang tabungan bukan uang operasional benteng yang ada
Jika terjadi kegagalan maka kita bisa kembali ke benteng yang lama dan pasukan yang ada juga dibubarkan
Tetapi kita sebagai komandan perang masih punya benteng yang kokoh sebagai tempat berteduh dan uang yang sudah terlanjur keluar tidak sampai mengganggu operasional bisnis yang ada
Jadi....... fokus kepada bisnisnya bukan fokus kepada penilaian orang lain adalah jalan terbaik untuk memperbesar bisnis
Salam sukses dunia akherat,
http://prakom.com http://rawiwahyudiono.com http://twitter.com/rawiPrakom http://facebook.com/rawi.wahyudiono
Terkirim dari device hasil jualan server, printer dan ribbon
__._,_.___
Belajarlah sampai ke negeri cina
Salam hangat,
Kita sering mendengar nasehat bijaksana, 'belajarlah sampai ke negeri China'.
Untuk benar-benar belajar dengan pergi ke negeri China, selain perlu biaya besar untuk transportasi dan akomodasi, kita juga akan terkendala bahasa, karena orang China kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris. Dan meskipun saya pribadi sudah beberapa kali pergi ke China dengan total waktu menetap hampir sebulan. Tapi dalam tulisan ini saya tidak akan membahas mengenai pengalaman itu.
Justru pembahasan yang lebih sederhana, dan mudah dilakukan. Tentang bagaimana cara untuk mempraktekkan nasehat bijaksana diatas.
Sebenarnya simpel saja, nasehat ini dapat kita praktekkan dengan kalimat 'belajarlah ke etnis China'. Karena sesungguhnya kondisi sebuah negara sangat ditentukan oleh budaya dan sikap manusia yang ada didalam negara itu. Nah budaya dan sikap biasanya akan selalu mengikuti manusianya kemana dia pergi.
Terbukti etnis China atau juga populer disebut etnis Tionghoa, yang telah menyebar di hampir seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia, pada umumnya mereka telah menjadi warga yang sangat sukses dibidang bisnis dan menguasai kekuatan ekonomi dinegara dimana mereka berada.
Konon di Indonesia sekitar 80% pergerakan ekonomi kita dikuasai etnis China. Artinya dari produsen sampai distribusi aneka barang dan kebutuhan masyarakat kita dikendalikan oleh pebisnis Tionghoa. Padahal populasi mereka mungkin tidak lebih dari 10%. Luar biasa bukan, terbukti berlaku hukum pareto dalam bidang pengusaan bisnis juga. Kita tentu tidak asing dengan nama pebisnis sekala nasional maupun regional seperti Eka Tjipta, William Suryajaya, Ciputra, Muhtar Riyadi dan puluhan tokoh bisnis besar Tionghoa lainnya.
Selain mereka-mereka tokoh yang terkenal, kita pun dapat dengan mudah menemukan engkoh dan encik pengusaha sukses, yang tampil sederhana dan jauh dari hiruk pikuk ketenaran ataupun penghargaan media. Dan tersebar dihampir semua sentra perdagangan ataupun industri di semua kota. Mereka mempunyai bisnis besar dan memperoleh keuntungan usaha ratusan juta atau milyaran rupiah perbulan. Tapi tetap hidup santai dan 'low profile', tidak seperti kebanyakan (maaf) Caleg dan Calon pejabat pribumi yang heboh dan tebar pesona sana sini, yang ujung-ujungnya menggunakan jabatanya hanya untuk mencari uang beberapa puluh juta perbulan (normalnya), dan bisa ratusan juta atau milyaran (untuk yang kurang normal).
Nah daripada kita bingung dan bengong melihat kelihaian bisnis para etnis Tionghoa ini, maka lebih baik kalau kita mau belajar dan turut ambil bagian dalam lingkaran bisnis mereka. Caranya, ya mulailah berteman dengan mereka, kemudian bertanyalah tentang sejarah bisnis dan kiat sukses mereka, kemudian minta tolong diajarin bisnis atau dikasih peluang bisnis. Maka mereka dengan senang hati akan bercerita tentang kegigihan mereka atau nenek moyang mereka dalam perjuangan membangun bisnis, jadi ada baiknya kita membawa tisu atau sapu tangan untuk mengelap mata kalau-kalau kita ikut terharu.
Nah sesudah itu minta diajarin atau peluang bisnis. Saya pribadi masih ingat ketika disuruh Kokoh pemilik pabrik alat rumah tangga untuk mengumpulkan keranjang kelengkeng bekas, dari lapak toko buah, pasar ataupun mall-mall, “Kamu beli aja satu set keranjang sama tutupnya Rp. 3.000 misalnya, ntar saya beli Rp.4500/set. Kalau dah terkumpul 1000 set, kamu telpon aku, ntar barang ku ambil dan duit ku transfer”
Itu lah sejarahnya salah satu awal bisnis saya, maka pada zaman itu, tukang buah dipinggir jalan dan pasar dr bekasi-cikarang-karawang serta mall giant,hero,superindo maupun makro adalah tempat yang kami sambangi untuk memperoleh keranjang.
Perkenalan demi perkenalanan dan kerjasama dengan kokoh dan encik terus meluas, dan bahkan saya bisa menjadi pedagang perantara diantara mereka, menjadi supplier bahan baku ataupun menjadi penjual barang mereka, dan mereka selalu dengan senang hati memberi kepercayaan barang atau uang kepada saya, serta berbagi ilmu tentunya.
Bahkan suatu kejadian yang cukup terkenang, ketika saya dateng ke tempat seorang pengusaha Tionghoa yang sudah lama saya kenal, dan kala itu kebetulan dia tengah asyik diskusi dengan temannya, maka ketika saya datang, dia dengan setengah bercanda bicara ketemannya “Sssttt...jangan kenceng-kenceng bicaranya, ada Mustofa, ntar dia denger dan bisa lebih pinter dari kita. Mustofa itu kulit hitam tapi otak putih. Kulitnya jawa otaknya China” ha ha ha, akhirnya kita tertawa bersama-sama dan dilanjut dengan minum teh hijau...
Belajarlah dan bekerjasamalah dengan etnis China to be a great entrepreneur ! Mustofa Romdloni
Saya hanya kebagian sisanya
Salam hangat,
Karena teringat beberapa hari lalu saya menerima karyawan baru untuk kepala bagian maintenance dan beberapa operator tambahan untuk pabrik kami di Kosambi Tangerang. Dan ternyata untuk karyawan-karyawan baru ini aja, kami mesti menyiapkan anggaran tambahan untuk gaji mereka sekitar 45 juta sebulan..... Saya jadi teringat untuk melanjutkan tulisan sebelumnya....
Pesawat terbang yang sudah lepas landas ternyata jauh lebih mudah mengendalikannya, dan tidak membutuhkan power besar seperti saat lepas landas. Pada umumnya sang pilot tinggal me-set kota tujuan dan dengan sistem yang ada dipesawat, maka secara otomatis pesawat akan melesat ke kota tujuan atau yang lebih sering di sebut dengan auto pilot. Tugas sang pilot hanyalah memonitor dan melakukan action kalau-kalau terjadi penyimpangan jalur ataupun kondisi cuaca yang kurang bagus.
Nah kira-kira seperti inilah tugas kita para pemilik bisnis untuk berusaha membuat usaha kita menjadi auto pilot layaknya pesawat yang sudah di angkasa.
Bahkan kalau mengikuti nasehat Robert Kiyosaki, yang disebut kuadran bisnis yang benar adalah bisnis yang jika kita pemilki usaha, meninggalkan usaha kita atau tidak mengurusinya selama setahun atau lebih, setelah kita kembali maka kita temukan usaha kita tetap berjalan dengan baik, bahkan terus berkembang.
Saya pribadi masih terus belajar dan mengembangkan, bagaimana membuat usaha kami punya sistem bagus layakanya autopilot dalam penerbangan pesawat. Atau mungkin yang sering disebut istilah gaulnya usahanya jalan pengusahanya jalan-jalan, tapi bukan tukang ojek yah he he...... Setidaknya saat ini saya pribadi sudah tidak punya pekerjaan rutin harian yang harus dikerjakan karena banyak pekerjaan sudah diserahkan ke profesional sesuai keahlian masing-masing alias saya hanya kebagian sisa pekerjaan saja....
Selain libur lebaran, dalam setahun kami bisa beberapa kali mengambil libur ataupun perjalanan yang kisarannya 10 hari, entah keluar kota atau keluar negeri....seperti bulan depan insyaallah saya ikut rombongan TDA Goes to Turki....
Kira-kira apa saja ya yang diperlukan untuk membuat usaha kita bisa auto pilot ?. Akan coba saya kupas satu-persatu, bisa bersambung dalam beberapa email....
1. Leadership, alias sang owner sebagai pemimpin memiliki Visi yang jelas
Owner lah yang memiliki tujuan yang jelas, usaha kita mau dibawa kemana dan mau menjadi seperti apa. Ralph Waldo Emerson mengatakan “Dunia terbuka lebar bagi mereka yang tahu arah yang dituju”.
Pemimpin bisnis menetapkan visi tentang usahanya, yang bisa jadi merupakan pandangan dan tujuan jangka panjang yang tidak terlihat dalam penglihatan mata pada awalnya.
Seperti Walt Disney yang memiliki visi dalam benaknya bagaimana untuk menjadikan suatu tempat dimana anak-anak serta keluarganya bergembira bersama memasuki dunia yang sama sekali baru bagi mereka. Di dalam dunia baru ini, mereka akan menyaksikan secara nyata tempat-tempat dan tokoh-tokoh yang biasanya hanya mereka dengar dari dongeng. Sampai akhirnya Walt Disney berhasil menciptakan Disneyland yang sukses dan menyebar bukan hanya di beberapa negara bagian Amerika seperti Florida dan California, tetapi juga ke beberapa kota di negara lain seperti, Paris, Hongkong, Tokyo dan segera menyusul di Shanghai.
Dari visi yang jauh ini, kemudian mampu di pecah menjadi target-target yang lebih dekat dan lebih kecil.
Visi dan target akan menjadi tujuan yang menggerakkan usaha dan anggota tim untuk bekerja mewujudkannya dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun.
Misal sang owner mempunyai Visi memiliki resto di seluruh kota besar di Indonesia bahkan dunia. Kemudian di break down lagi menjadi target 1-2 resto yang benar-benar sukses di 3 tahun pertama. Kemudian target diperkecil lagi dengan pencapaian omzet tertentu, penambahan produk-produk tertentu, basis pelanggan tertentu, membuat sistem operasi yang bagus dst.... Jika target awal sudah tercapai kemudian dikembangkan dengan target ekspansi 1-2 resto pertahun misalnya.... Di salah satu perusahaan kami yang sedang fokus kami kembangkan, saya sebagai leader selalu menyampaikan visi ke anggota tim, bahwa dibidang kami, perusahaan harus menjadi nomer satu atau dua di Indonesia, dan menjadi pemain yang disegani di regional.
Visi tersebut kami breakdown dengan target yang lebih kecil seperti peningkatan kapasitas produksi dan nilai penjualan tertentu di setiap tahunnya. Serta target-target yang lebih kecil untuk masuk di sebuah pelanggan, penambahan alat-alat dan sumber daya tertentu untuk meningkatkan kemampuan kami, dst.
Insyaallah berlanjut ke email berikutnya.....
Salam Great Entrepreneur !
Mustofa Romdloni
Bob sadino : saya biarkan karyawan kurang ajar sama saya
Bob Sadino: Saya Biarkan Karyawan Kurang Ajar kepada Saya
Dua hari setelah saya berikan copy buku Follow Your Passion, saya ditelpon Bob Sadino, “Muadzin, saya sudah baca buku kamu. Kapan ada waktu buat ngobrol-ngobrol? Saya mau tahu lebih banyak nih”. “Eh yang bener Om? Besok boleh Om”, tanpa pikir panjang saya langsung siapkan jadwal. “Ok. Biar waktunya panjang bisa seharian, ketemu dari pagi saja ya. Kamu ke rumah saya, nanti lanjut makan siang, terus kita lanjut ngopi di Kemchicks”.
Woohoo… mimpi apa coba diajak ngobrol sama Bob Sadino seharian! *
Jam 9 pagi, saya dan isteri sudah berada di rumah beliau di bilangan Lebak Bulus. Rumahnya bertipe 21: tanah 2 hektar, rumah 1… hehe ini beneran, tanahnya 2 hektar.
Kami dijamu teh dan kue pagi sambil ngobrol-ngobrol ringan bareng Om Bob dan isteri. Ramah sekali mereka. Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya ceritakan. Saking banyaknya, saya sampai bingung mau cerita yang mana. Bayangkan, sehari penuh bersama Bob Sadino!
Saya mau cerita satu kejadian saja saat makan siang. Om Bob mengajak kami makan ke sebuah restoran Thai di bilangan Kemang. Nah yang ini juga perlu saya ceritakan. Saya pikir beliau akan naik Jaguar, atau BMW-nya, dan kita nanti ketemu di restoran tersebut, ternyata dia bilang ke isteri saya, “Maaf ya, saya duduk di depan.” Maksudnya, beliau naik mobil Chevrolet Zafira setengah-tua saya… hehe maaf ya Om kalau rasanya beda banget sama Jaguar :)
Sebelum ke restoran tersebut, dia minta ijin untuk ajak dua orang managernya ikut makan bareng dan jemput mereka di Kemchicks.
Dua karyawan beliau ini termasuk suka bercanda. Di dalam perjalanan dan saat makan siang, kami ngobrol tentang suasana kerja di Kemchicks diselingi becandaan kocak. Kadang mereka mencandakan om Bob dengan cueknya. Bahkan, menurut kami hal tersebut sudah tidak pantas dilakukan oleh seorang bawahan kepada atasannya. Tapi Om Bob sama sekali tidak menunjukkan rasa ketidaksukaan, apalagi marah. Malah beliau ikut ketawa terkekeh-kekeh. *
Saat lanjut ngopi sore di Kemchick dan kami hanya bertiga, saya dan isteri bertanya, “Om Bob kok cuek aja sih dibecandain karyawan, bahkan becanda yang cenderung kurang ajar?”
Sambil melontarkan senyuman khasnya, beliau bilang, “Memang saya biarkan karyawan kurang ajar sama saya”. Hah!?
“Karena kalau mereka sudah berani bercanda kurang ajar, berarti kita sudah berhasil dekat dengan karyawan. Kita sudah dianggap teman.” tambahnya.
Wow! What a lesson!
Kadang kita sebagai pemilik usaha, justru bersikap sebaliknya ‘kan? Berusaha jaim dan menjaga jarak dengan karyawan. Agar kita terlihat berwibawa, sehingga karyawan jadi sungkan dan takut dengan kita (eh maap, ‘kita’ lagi… ‘saya’ ding… hehe).
Ya, salah satu hal yang paling mencolok untuk kami amati selama seharian kebersamaan kami dengan Om Bob adalah kedekatan beliau dengan karyawannya. Terlihat juga saat kami diajak keliling Kemchicks, beliau menyapa semua karyawan yang dia ditemui. Semua. Sampai ke janitor dan office boy. “Muadzin, di sini tidak ada anak buah, yang ada anak beneran. Mereka saya anggap anak-anak saya sendiri”, kata beliau.
Dan rata-rata, usia mereka bergabung dengan Kemchicks sangat panjang. Dua manajer tadi, sudah bekerja 30 tahun di Kemchicks. Bahkan ada 1 karyawan lagi, mereka menyebutnya ‘orang nomor 1’, yang sudah ikut Bob Sadino sejak Kemchicks belum berdiri 43 tahun lalu.
Istri saya menanyakan, bagaimana kiat-kiat beliau bisa me-retain anak buahnya sekian lama. Jawabannya di luar dugaan. “Tante ini jagonya”, katanya sambil menunjuk istrinya. “Dia punya list seluruh karyawan, lengkap dengan tanggal ulang tahunnya. Setiap ada yang ulang tahun, dia selalu memberikan kado spesial untuk karyawan tersebut. Dan bukan sekedar kado, atau bingkisan yang typical, tapi dia benar-benar menyiapkan kado tersebut sesuai dengan kebutuhan karyawan yang berulang tahun.”
“Hal yang sederhana itu berdampak sangat besar kepada karyawan. Kadang si karyawan sendiri atau suami/istrinya lupa kalau hari itu adalah hari ulang tahunnya”, tambah beliau.
Hmm… simple ya? You don’t have to be a rocket scientist to do a great special thing to other.
. Depok 5 April 2013 Muadzin F Jihad Founder Semerbak Coffee Twitter @muadzin
>>
Salam, Muadzin
www.muadzin.com www.semerbakcoffee.com Follow me @muadzin
.
Pengusaha itu spesialis atau generalis?
Dalam blog ini saya telah menulis 3 artikel tentang mengapa menjadi spesialis. Namun muncul pertanyaan, dimanakah letak pengusaha? apakah juga spesialis ataukan generalis. Sebelumnya saya pernah tuliskan bahwa multitalentad berarti untalented, seseorang yang memiliki banyak talenta sama saja tidak memiliki talenta, apakah hal ini sama dengan pengusaha.
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin menganalogikan dengan sebuah tim sepakbola yang terdiri dari 11 orang, disana terdapat keeper, defender, midfielder, winger dan striker. setiap pemain adalah spesialis. seorang pemain, baik itu keeper, defender, ataupun posisi lainnya yang masuk dalam starting XI, pastilah pemain yang terbaik dibandingkan dengan pemain-pemain lain pada posisi yang sama di sebuah klub. Setiap pemain memiliki keahlian, pengalaman dan kapasitas untuk melakukan hal yang terbaik di posisinya. Sebut saja Joe Hart, Victor Valdes, ataupun Gianluigi Buffon merupakan sebagian dari keeper terbaik dunia, Sedangkan C. Ronaldo, Zinedine Zidane, Messi, dan masih banyak lagi, merupakan pemain-pemain sektor tengah dan depan yang mumpuni.
Jika setiap pemain memiliki posisinya masing-masing, lalu dimana posisi yang dapat menggambarkan seorang pengusaha. Yup, tidak lain adalah Coach/pelatih. Beberapa pelatih datang sebagai pemain sukses pada masa lalunya, seperti Sir Alex Ferguson, Pep Guardiola, Didier Deschamps dan Diego Maradona, sedangkan beberapa pelatih hadir dari pengalaman kepelatihan seperti Andre Villas Boas, Tito Vilanova maupun Andreas Stramaccioni.
Apakah 3 nama terakhir adalah seorang spesialis, ya tentu saja. Mereka adalah spesialis dibidang kepelatihan, meracik strategi, meracik permainan, psywar, mengelola psikologi hingga memotivasi pemain. Mereka terlatih untuk menjadi pelatih.
Demikian juga dengan pengusaha. Apakah seorang pengusaha harus memiliki spesialisasi yang beraneka ragam dalam waktu yang bersamaan, Seorang pelatih tidak mungkin memiliki pengalaman atau ahli atau bahkan pernah menjadi keeper, defender, midfielder ataupun striker dalam rentang waktu yang singkat. Apakah seorang bill gates harus menguasai pengelolaan sumber daya manusia, financial, marketing, dan administrasi dalam waktu yang bersamaan. Tidak, dan beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan pengelolaan perusahaan bisa jadi diserahkan kepada direktur/manager yang ahli dalam mengelola perusahaan.
Menjadi pengusaha bisa dari arah manapun dan tidak harus menguasai seluruh bidang, menjadi pengusaha bisa dari latar belakang seorang yang ahli di bidang financial yang kemudian membangun perusahaan dibidang jasa keuangan, dari seorang yang ahli di bidang IT yang membuka usaha dibidang konsultan IT, dari seorang yang ahli di bidang marketing yang membuka perusahaan marketing agency, dari seorang yang ahli di bidang pengelolaan sumber daya manusia yang membuka perusahaan outsourcing ataupun training, menjadi pengusaha bisa jadi dari hobi memasak kemudian membuka sebuah restaurant atau cafe, dan lain sebagainya.
Namun, yang menjadikan pengusaha seorang spesialis adalah kemampuannya dalam melihat peluang dan memanfaatkannya untuk mendapatkan profit melalui penciptaan nilai tambah (added value) produk yang diciptakan, berani mengambil resiko serta kemudian mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mencapai goal/tujuan usahanya. Seperti yang didefinisikan oleh Peter F. Drucker bahwa seorang entrepreneur adalah “…the practice of consistently converting good ideas into profitable commerce venture”.
Lalu bagaimana dengan pengusaha yang harus fokus pada satu bidang usaha?
Menurut saya itu adalah spesialisasi usaha, dengan kata lain, fokus usaha yang anda lakukan. Dengan keahlian dibidang pemasaran anda bisa memilih untuk menjadi spesialis di bidang marketing/pemasaran ataupun spesialis di bidang pemasaran produk tertentu, anda yang memilihnya.
Kemudian jika ada pertanyaan, "Bagaimana dengan Chairul Tandjung dengan CT Corpnya, Sandiaga Uno dengan Saratoga Recapital, Yusuf Kalla dengan Kalla Group, ataupun Eka Tjipta Widjaja dengan Sinarmas Group yang memiliki berbagai jenis usaha?" anda bisa menjawabnya sendiri.
source : klashkun.blogspot.com
Regards
Sincerely Yours ikhlash kautsar, S.Tp klashkun.blogspot.com | Follow me @klashkun
Sumber dana ditahap pengembangan
Setelah melewati tahapan membuka usaha dengan sedikit tersendat-sendat maka langkah berikutnya adalah tahap pengembangan bisnis
Di tahapan ini juga tidak kalah serunya dengan tahapan membuka usaha, istilahnya dimulai lagi dari "nol" karena kebutuhan dan tantangannya memang berbeda
Di tahap ini banyak dibutuhkan modal dana/uang, ilmu marketing, keuangan, SDM, management, dll
Dan ditahap ini pula banyak pengusaha yang gugur dengan sukses meninggalkan banyak hutang
Di tahapan ini yang tidak bisa dihindari dan harus ada itu adalah soal dana atau uang karena meningkatnya omzet sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit
Dana bisa digunakan untuk penambahan stok barang, perluasan kantor, tambah karyawan, tambah aset dll
Permasalahannya sekarang adalah...., darimanakah sumber dananya..??
Cara yang paling gampang dan cepat adalah memanfaatkan fasilitas bank seperti KUR, PRK, kartu kredit, gestun, cash back KPR, dll
Semua cara diatas banyak caranya dan sangat mudah untuk mensiasati bank karena yang dibutuhkan bank adalah data yang tercetak dan data ini sangat mudah di buat
Cara lainnya adalah bisa bekerjasama dengan investor
Cara ini agak sulit karena investor membutuhkan kepercayaan dari kita sebagai pengusaha
Tetapi akan menjadi mudah jika bisnis dan kitanya sudah teruji oleh waktu
Kalau sudah begini biasanya investor akan "merem" aja untuk ngeluarin duit
Ada lagi cara yang lebih enak yaitu kita masuk kedalam sebuah badan usaha yang bersifat pembiayaan seperti koperasi, BMT, dll
Jika tergabung dengan badan usaha tersebut, contoh koperasi maka ada 3 keuntungan yang didapat
1. Kemudahan pinjaman yang berefek mempercepat rencana kita untuk berkembang 2. Dapat pembagian SHU dalam setiap periode 3. Dapat prosentase karena prestasi selalu meminjam uang koperasi (tapi ini optional)
Naaah...., jika sudah ketemu caranya maka bisa beranjak ke langkah berikutnya yaitu semuanya dikembalikan ke keyakinan agama masing-masing
Apakah cara pinjam meminjam atau sistim pembiayaan atau sistem investor sudah sesuai dengan ajaran agama kita
Mari kita bertanya kepada rumput yang bergoyang.......
Salam sukses dunia akherat,
http://prakom.com http://rawiwahyudiono.com http://twitter.com/rawiPrakom http://facebook.com/rawi.wahyudiono
Ayo menulis buku, gampang kok..
Dear All, Menarik nih postingan mas Ato Sunarto, layak diikuti jejaknya dan bagi temen2 milis tda Bekasi yang belum action menulis ayo menulis. Bagi Oma, menulis itu seperti menikmati makanan yang lezat dan membuat kita ketagihan. Dengan menulis kita bisa juga menyampaikan atau memberikan sesuatu kepada masyarakat tanpa harus bertemu muka. Jadi kalau Oma tiada hari tanpa menulis. Menulis apa saja yang bisa ditulis, tanpa memikirkan ada yang mau baca atau tidak. Namun kita selalu punya niat memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada sesama.
Menulis buku itu mudah,yuk dicoba. Nah bila kita sudah biasa menulis artikel maka akan lebih mudah menulis buku. Jujur Oma sebenarnya bukan pengarang yang hebat namun Oma hanya senang menuliskan pengalaman hingga saat ini baru 20 judul buku yang Oma tulis, semuanya tentang herbal/tanaman obat.Hampir semua buku yang Oma tulis benar2 menulis sendiri atau hasil karya tarian jari2 tangan Oma dikomputer/laptop. Dengan menuliskan pengalaman kita ternyata buku bisa menjadi iklan yang luar biasa. Buku bisa lebih meyakinkan masyarakat untuk mempercayai produk/jasa kita. Beberapa tip menulis buku dari Oma: 1. Menulis itu harus "Fun" atau menyenangkan. Tulislah apapun yang kita rasa menyenangkan diri kita dan berharap bisa menyenangkan orang lain 2. Menulis itu gunakan "Feeling". Tulislah sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain dengan segenap perasaan dan cinta dan kasih 3. Menulis itu perlu "Faith" kedekatan diri pada Tuhan sang empunya hidup, menulislah dengan etika yang benar , tidak menyinggung perasaan orang lain. 4. Menulislah dengan mempertimbangkan "Future", demi masa depan yang gemilang menulislah dan the last but not least 5. Menulislah untuk mendapatkan bonus "fuluus" hehehe. Selanjutnya : 1. Bertemanlah dengan banyak orang dengan berbagai karakter 2. Cari link penerbit buku, bila ide tulisan kita memang dibutuhkan masyarakat luas Insya Allah bisa diterbitkan secara komersial 3. buat draft /rancangan isi bukunya, 4. perbanyak membaca bukunya orang lain (bukan buat mencotek namun cari inspirasi dan menambah wawasan) 5. Sering2 browsing di internet tanya mbah Google tentang apapun yang ingin kita tulis 6. Mintalah pasangan/teman baik untuk membaca tulisan kita dan minta masukan2nya (editor utama buku Oma ya Opa Harmanto) 7. Yakin dan percaya buku kita laris manis (ilmu LOA) Sementara itu dulu tip2 dari Oma semoga ada manfaatnya, silahkan kalau ada yang mau nambahin. Salam sehat dan semangat.
Ning Harmanto www.ningharmanto.com www.herbal4diabet.com
Kenapa harus menjadi spesialis?
Kenapa harus menjadi spesialis ?
Bayangkan anda adalah seorang lulusan sarjana (fresh graduate) yang belum memiliki pengalaman. Anda tengah mencari sebuah pekerjaan dan memiliki waktu selama 40 jam dalam seminggu.
Anda kemudian ditawari oleh beberapa perusahaan untuk bekerja parttime di beberapa jenis pekerjaan dengan komposisi gaji sebagai berikut. Sebagai admin anda dibayar sebesar 10.000 perjam, sebagai akuntan anda dibayar 12.000 perjam, sebagai pengawas anda dibayar 14.000 perjam, dan sebagai marketing anda dibayar 16.000 perjam. Anda kemudian mengambil seluruh pekerjaan yang datang kepada anda. Sehingga perhitungan penghasilan selama seminggu anda bekerja menjadi sebagai berikut : - Sebagai admin anda mendapat gaji 10.000 x 10 - sebagai akunting anda mendapat gaji 12.000 x 10 - sebagai pengawas anda mendapat gaji 14.000 x 10 - sebagai marketing anda mendapat gaji 16.000 x 10
Jika dihitung total, maka penghasil anda selama seminggu dengan 4 pekerjaan yang berbeda mencapai 520.000. Apakah ada yang salah dari perhitungan ini? secara matematis tidak, namun kita merasa ada yang aneh bukan. Ya, apabila anda mengambil satu saja pekerjaan, sebagai contoh marketing, kemudian anda menghabiskan waktu 40 jam selama seminggu, maka penghasilan yang anda dapatkan menjadi 640.000, lebih besar daripada mengerjakan seluruhnya.
Namun, nilai tersebut hanya bagi anda yang belum memiliki pengalaman. Bagaimana jika anda memiliki pengalaman di suatu bidang selama 1 tahun, 2 tahun atau bahkan 5 tahun. Anda pasti akan mendapatkan bayaran yang lebih tinggi. Keahlian anda menjadi bertambah, wawasan anda pun bertambah, dan juga anda menjadi seorang yang expert.
Terkadang mungkin kita berpikir, banyak sekali peluang yang kita temukan di luar sana. Jika kita membuka koran pada hari ini, maka banyak sekali peluang di berbagai bidang pekerjaan maupun usaha. Beberapa orang akan berpikir, jika saya memiliki keahlian yang banyak, maka peluang saya untuk mendapatkan pekerjaan diluar sana akan semakin besar juga. Tapi, dengan berpikir seperti itu, sebenarnya anda justru telah menghilangkan kesempatan bagi diri anda. anda hanya akan menghabiskan waktu anda. Peluang yang ada di luar sana membutuhkan pengalaman agar anda mendapatkan bayaran yang tinggi.
Beberapa dari kita juga mungkin pernah merasakan putus asa manakala keahlian yang kita miliki tidak pernah "dilirik" atau "dibeli" oleh orang lain. Percayalah, semakin sedikit permintaan, berarti semakin tinggi harga anda. Tidak banyak orang yang seperti anda, jika banyak, maka tentu saja harga keahlian anda menjadi sangat murah bukan.
Seorang dokter spesialis akan dibayar dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada seorang dokter umum. Ya, karena menjadi spesialis membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi, pengalaman yang lebih banyak dan waktu yang tidak sebentar.
Seorang teman pernah berkata, menjadi generalis atau multi talented sama saja dengan tidak memiliki keahlian. jadi, apa spesialisasi anda?
sumber : http://klashkun.blogspot.com/2013/03/kenapa-harus-menjadi-spesialis.html Sincerely Yours ikhlash kautsar, S.Tp klashkun.blogspot.com | Follow me @klashkun
Roda itu berputar
Sabtu kemarin saya bersama 25 orang teman2 EU kunjungan lokasi ke tempat usaha Pak Wan Muhammad di Tambun Bekasi. Yang punya Idolmart. Sharing bisnis ritel dan kuliner. Panjang lebar Pak Wan menceritakan konsep usahanya. Terutama bisnis kuliner yang baru dibangun. Konsep bisnis, target market, investasi, sistem operasional, rencana ke depan, dll. Ada sekitar 2 jam sharing di tempat beliau.
Selesai di Pak Wan, saya ajak ke tempatnya Mas Hari di Karawang. Sharing bisnis kuliner juga. Sharing dari jam 6 sore sampai jam 8 malam. Sama..., panjang lebar juga Mas Hari menceritakan jatuh bangunnya membangun usaha.
Ada persamaan cerita keduanya. Sama sama pernah bangkrut dengan hutang diatas 1 Milyard. Mulai dari minus.
Pak Wan bangkit dengan menata kembali bisnis yang sudah bangkrut, Toysmart. Belajar dari kegagalan, dia bangun bisnis retail dengan konsep yang berbeda, Idolmart. Saat ini Idolmart sudah ada 39 Cabang, dengan Omzet rata2 8 Milyard/bulan. Mencoba terjuan lagi di bisnis kuliner, Met Cafe. Baru satu bulan jalan, omzet rata2 3 juta per hari.
Mas Hari juga pernah terjun di berbagai bisnis. Bengkel mobil, distributor pupuk, Stasiun TV (KCTV), Franchise bahasa inggris, Franchise kuliner. Bangkrut dengan hutang 2 Milyard. Saat ini bangkit lagi dengan jualan mie. Dimulai dengan omzet 4 juta perbulan satu setengah tahun yang lalu, bulan Maret ini diprediksi nembus 200 juta perbulan. Begitu juga kursus bahasa Inggris dengan merk sendiri saat ini muridnya ada 250 orang.
Saat pulang dari Karawang ada peserta yang nanya ke saya
"Pak itu kenapa mereka bisa bangkit lagi ya?", tanyanya.
Karena sebagian jawaban sudah diceritakan oleh masing masing narasumber sayapun cuma ngejawab
"Setiap orang itu ada masanya dan setiap masa ada orangnya", jawab saya. "Hidup itu seperti roda berputar, untuk itu jika rodanya lagi diatas segera loncat, kempesin rodanya dan segera ganjal..." he..he...
Bertindaklah, Action. Hasilnya serahkan sama yang Di Atas...
Salam action
Ato Sunarto
Senin, 29 April 2013
Teknik Negoisasi
Salah satu sesi menarik di salah satu training tentang perubahan yang pernah saya ikuti adalah teknik negosiasi. Negosiasi sebenarnya sebelumnya didahului oleh beberapa materi dasar seperti leadership training, karakter karyawan, 7 habits dan negotiation skill. Hal ini sangat mendasar perlu diketahui tentang bagaimana membuat komunikasi yang efektif dan efisien.
Salah satu bagian yang penting dalam hal ini jika merujuk 7 Habits of Highly Effective People adalah begin with an end in mind. Atau sederhananya, memulai dari akhir. Lebih sederhananya lagi adalah, sebenarnya kita mau ngapain sih yang jadi target akhir. Tanpa kita mengetahui akhir dari sesuatu maka akan sulit melakukan negosiasi.
Mengenai tipikal dan karakter orang membantu untuk memberikan gambaran metode pendekatan dari orang tersebut. Sayangnya saya agak lupa mengenai hal ini, ada banyak karakter yang dulu di workshop yang saya ikuti, tapi ada beberapa tipe yang bisa sampaikan, misal 'tukang ngegas', yang ini selalu bersikap optimis dan selalu memungkinkan menggunakan dengan berbagai cara dan terbuka, tapi punya kelemahan terlalu banyak opsi dan cenderung tidak mudah mengambil keputusan. Ada pula tipe tukang ngerem, ini kebalikannya, selalu memberi alasan dengan kritis serta menjadi penghambat dalam pengambilan keputusan, ada pula tipe 'ramai' alias tukang celetuk, tipe ini sering melakukan interupsi meskipun apa yang ia interupsi bisa saja bersifat valid, dan lain-lain. Hal ini akan membuat cara melakukan pendekatannya berbeda satu sama lain.
Secara umum, negosiasi itu mengacu kepada beberapa hal mendasar yang harus dilakukan agar negosiasi bersifat efektif dan efisien.
Pertama, jujur. Negosiasi akan berjalan baik jika kita melakukan secara jujur. Sebagai contoh untuk memberikan sebuah solusi kepada pelanggan dengan cara melakukan penjualan barang yang kita miliki, misal, katakanlah anda menjual sepatu safety. Jika kebutuhannya bisa ditutup hanya dengan cara menjual sepatu yang hanya seharga 100 ribu, jangan pernah mengakali agar pelangggan membeli sepatu lain seharga 200 ribu. Kejujuran mahal harganya, sekaligus membuktikan apakah kita ini layak dipercaya atau tidak.
Kedua, bersikap seimbang. Dalam hal negosiasi, tidak akan pernah terjadi jika salah satu bersikap lebih superior dibandingkan yang lawannya. Tidak ada negosiasi antar pemilik otoritas dan orang yang tidak memiliki otoritas. Apakah hal ini berarti atasan selalu menang? Sama sekali bukan !!! Jika dalam melakukan negosiasi meski kepada atasan atau kepada orang yang dianggap lebih memiliki otoritas, maka yang harus dilakukan adalah sikap memiliki keseimbangan antara orang yang melakukan negosiasi dan orang yang dinego. Jika kita melakukan proposal, maka kita memposisikan diri pada posisi orang yang memiliki otoritas. Misal, negosiasi dalam hal hutang piutang, kita menjadi negosiator, maka saat melakukan negosiasi harus dijelaskan batasan oleh si pemilik piutang untuk dapat mengambil keputusan dengan batas tertentu. Jika tidak ada batas, maka negosiasi menjadi hilang, kita hanya berfungsi sebagai juru bicara, bukan negosiator. Memposisikan diri berbeda dengan mengambil alih, memposisikan diri artinya kita menghargai diri kita sebagai lawan yang seimbang. Jika kita memposisikan diri sebagai lawan underdog, maka yang terjadi adalah salah satu pihak 'menindas' atau 'memohon/membujuk' yang lain, bukan melakukan posisi tawar.
Ketiga, mencari titik persamaan. Dalam hal melakukan negosiasi, bagian yang harus dilakukan adalah 'mendengar' dari sudut pandang orang lain dan melupakan prinsip kita sendiri. Dengan demikian, maka kita bisa mengerti mengapa orang lain melakukan sesuatu atau alasan yang jelas atas perilaku mereka. Hal yang sama juga harus disampaikan kepada pihak yang dinegosiasi untuk melakukan hal yang sama. Hal ini perlu dilakukan dari awal sekali melakukan negosiasi. Dengan demikian maka untuk mencari titik yang sama akan mudah dilakukan.
Keempat, fokus pada penyelesaian. Umumnya, untuk melakukan negosiasi, akan banyak sekali 'kembang' pembicaraan yang bercampur antara fakta, harapan, keinginan, dan ketidakmauan serta emosi. Fokuslah pada fakta dalam berbicara sehingga lebih mudah mencari penyelesaian. Dalam hal ini, terkadang kita perlu agak saklek dalam berbicara, karena negosiasi seringkali melibatkan emosi. Penyelesaian yang baik bersifat win-win yang memberi solusi kemenangan untuk kedual belah pihak. Salah satu bagian penting adalah dengan cara bersikap fair dan jujur karena solusi tidak boleh memaksakan satu sama lain.
Kelima, jujur pada logika. Ini sangat penting. Misal, ketika menegosiasikan ternyata ada hal yang tidak tepat atas hak dan kewajiban, maka secara logika kita harus menempatkan pada posisi yang benar. Misal, jika dalam kontrak, anda membeli barang dengan incoterm franco gudang si A, sementara pelanggan anda minta barang sebelum dikirim harus diinspeksi oleh pihak ketiga, maka secara jujur anda tidak bisa meminta membebankan biaya inspeksi kepada si A karena tidak ada dalam perjanjian. Jika anda akan menegosiasikan agar menjadi beban si A, maka anda harus seimbang memberikan benefit kepada si A dengan logis, contohnya, anda meminta biaya 50% beban si A, tetapi memberikan penambahan kemudahan pembayaran atau menaikan down payment kepada A. Artinya,kita harus sadar bahwa kewajiban dan hak harus selalu seimbang dan harus jujur secara logis.
Keenam, ini soal pendekatan, semakin kita mengetahui karakter seseorang, maka akan lebih mudah melakukan pendekatan yang bersifat personal. Contoh, jika lawan anda orang Jawa, dan anda orang Sumatra, maka cobalah ikuti logat Jawa-nya. Jika ia suka berbicara dengan nada rendah pelan, usahakanlah berbicara dengan nada rendah dan kecepatan bicara yang lebih kurang sama dengan dia. Jika ia suka memegang kumis, maka sesekali dengan gerakan yang mirip menyentuh kumis/bibir anda sendiri seperti ia melakukannya. Jika ia sesekali menunjuk dengan telunjuk, maka sesekali ketika anda berbicara bisa menunjukkan telunjuknya, dan lain-lain. Apakah ini seperti mengolok-olok? Sama sekali tidak ! Dengan cara demikian, maka dari cara kecepatan berbicara, nada rendah atau tingginya, atau naik turunnya nada, maka hal ini akan memudahkan partner yang anda negosiasikan akan menjadi lebih mudah secara psikologis untuk menerima anda.
Ketujuh : stick to the rule. Apapun yang menjadi kesepakatan, jadilah orang yang jujur dan memegang teguh janji. Seandainya anda mengalami kesulitan lagi, maka tahapan dari awal seperti melakukan pendekatan, memahami satu sama lain, dan seterusnya, harus dilakukan dari awal lagi. Semakin sering anda melakukan negosiasi yang berulang-ulang atas hal yang sama, maka anda semakin tidak dipercaya. Maka hindari negosiasi yang bersifat pengulangan.
Terakhir, ini pengalaman yang saya dapatkan dari rekan-rekan saya : ketika melakuan pengambilan keputusan, jangan pernah lebih dari 5 menit untuk melakukan decision/keputusan. Semakin lama anda melakukan timbang sana timbang sini, semakin menunjukkan karakter anda yang plin plan. Jika pada saat itu tidak dapat diputuskan, lebih baik anda tidak melanjutkan negosiasi, dan ngobrolah ngalor ngidul yang lain, lalu tinggalkan tempat negosiasi, datanglah lagi setelah anda beri jeda waktu.
Demikian kiranya, disarikan dari berbagai sumber seperti traing-training yang pernah saya ikuti, pengalaman dan sharing dari teman-teman.
wassalam ww
--Adi Nugroho Resto d'Pitik www.dpitik.com Enaknya Nampoolllzzz... Yummmzzz...
Kelebihan dan Kekurangan Wordpress
Assalamualaikum..
Setelah kemarin sempat menulis mengenai Teknik Pemilihan Keyword dan Penerapan nya pada Website, mungkin ada beberapa teman yang bertanya kenapa saya selalu menyebut2 wordpress ya?
Nah, disini saya coba sedikit menjelaskan mengenai Kelebihan dan Kekurangan Wordpress terutama untuk Toko Online, semoga membantu mencerahkan teman2 ...
Pertama, kita sepaham dulu ya, kalau yang akan kita gunakan adalah wordpress.org alias wordpress yang di instal di hosting/server kita sendiri. Bukan wordpress.com yang gratisan, wokeh..
Kelebihan CMS Wordpress
1. Sangat mudah proses instalnya, yang paling mudah melalui cpanel 2. Dashboard atau Admin Area yang User Friendly 3. Terdapat Widget yang praktis digunakan 4. Template atau Desain nya banyak, bahkan template yang gratisan pun terlihat profesional 5. Struktur Engine Wordpress sangat disukai Google ( Search Engine Friendly), ini yang membuat wordpress mudah dioptimasi dan jadi andalan nya para internet marketer..heheeheh... 6. Tersedia Plugin-plugin yang siap instal 7. Tersedia Themes/Template Desain yang profesional yang dapat dengan mudah diganti lewat Admin Area
Kekurangan CMS Wordpress
1. Harus sering update, bila kita menggunakan wordpress, sebaiknya selalu mengikuti update yang disediakan oleh wordpress.org maupun dari penyedia plugin dan themes. Hal ini dilakukan agar website kita aman dari para hacker yg tidak bertanggung jawab. Kemudahan instal Plugin dan Themes di wordpress memang merupakan kelebihan sekaligus kekurangannya.
2. Untuk toko online wordpress, biasanya themes/desainnya berbayar. Tapi hal ini sebanding dengan fitur-fitur yang diberikan.
Segini dulu dari saya, mungkin teman-teman lain bisa menambahkan di bawah yaaa....
================================== -desi-
Pengusaha Kelas Roti Boy atau Warteg
Pengusaha Kelas "Roti Boy" atau Pengusaha Kelas "Warteg" ?
Selamat pagi sahabat TDA ?
Semoga sehat selalu dan penuh berkah. Bagi yang sedang long weekend, semoga yang punya bisnis sedang rame order ya... Selamat berpanen ria.
Beberapa hari lalu saya sempat mendengar banyak curhatan rekan-rekan pebisnis mengenai akselerasi bisnis mereka. Mulai dari pebisnis kuliner, souvenir, jasa, dan sejenisnya.
Hal yang dikeluhkan rata-rata adalah mengenai kewalahan terhadap bisnis yang dikelola. Loh, bukannya malah seneng ya kalau banjir order ?
"Seneng sih iya, tapi capeknya itu lhooo..."
Hehehe, ya konsekuensi sih menurut saya, namun ternyata setelah digali, pokok permasalahannya bukan di ramai ordernya, tapi produk bisnisnya.
Ya, produk kadang menjadi perhatian remeh beberapa sahabat pengusaha. Banyak pengusaha pemula yang mengawali karir dengan menyediakan banyak alternatif produk. Terlalu customize...
Ini yang sering saya katakan Busy Ness, bukan Business.
Pengusaha makanan, terjebaknya ingin menjual semua menu. Padahal jika beralih spesialis satu jenis tertentu, maka fokusnya sudah bukan di produksi, tapi sudah masuk ke pengembangan bisnis dan pensisitiman.
Pengusaha souvenir yang menawarkan made by order, juga aga sedikit terkendala dalam hal duplikasi bisnisnya. Karena ini dampaknya kepada kompleksnya SOP dan semakin kompleksnya pekerjaan yang harus dilakukan, semakin sedikit pula ketersedian tenaga kerja dengan skill tertentu.
Yang jasa pun demikian. Unda undi nasibnya dengan dengan si pengusaha souvenir yang made by order.
Oleh karena itu, jika bisnis Anda ingin mengalami percepatan dalam penjualan, coba pilih satu produk yang unggulan. Sisanya disimpan dulu rapi-rapi.
Roti boy, dengan menciptakan 1 produk saja, persebarannya jauh lebih cepat dibanding dengan orang yang membuat jajanan pasar yang jualannya lemper, kucur, bubur madura, cenil.
Fokusnya setelah membuat produk, adalah menjual sebanyak2nya dengan cara yang sistimatis. Kalaupun diminta untuk inovasi produk, paling cuma dikasih beda rasa. Dari butter, diganti coklat. Udah, begitu saja.
Sementara pengusaha warteg, terhambat pertumbuhannya karena ingin menyenangkan hati pelanggan. Khawatir pelanggan bosan, akhirnya energinya terkuras ke pemilihan menu. Sekarang masak sop, besok sayur lodeh, besok kare. Inilah busyness (red : kesibukan)
Contoh lain dari ini juga kita bisa lihat pada industri MLM.
Ada MLM yang menjual produk PALUGADA (apa lu minta gua ada) pertumbuhannya tidak akan secepat yang fokus 1 produk.
Ketika saya bicara kalsium, trademarknya adalah tianshi ketika saya bicara klorofil, munculnya pasti kalau ndak KLINK ya Synergi. Ketika saya berbicara susu kedelai, yang tertuju juga pasti MELILEA.
Di dunia konvensional pun, saya ada perusahaan keluarga, bisnis permakan celana jeans dengan trademark DOCTOR JEANS di di Jalan Pucang Anom -Surabaya, ketika ramai order (umumnya adalah moment lebaran) maka manuver jasa yang diberikan pun otomatis kami batasi.
Jasa permak itu luas, mulai dari mengecilkan ukuran pinggang, memperbesarnya, ganti resleting, pasang kancing, potong kaki bawah, nambah kaki bawah, tisik (nambal), dan seterusnya... Total kalau di price list ada sekitar 30 an item.
Karena kami konsepnya adalah Berbisnis, maka ketika masuk H-7 lebaran, perusahaan kami hanya melayani potong kaki bawah saja. Memang tarifnya sangat murah, cuma Rp 7.500
Tapi pekerjaan ini cuma dikerjakan dalam waktu 10 menit saja. Dengan bantuan 8 orang penjahit di 1 stand, dalam satu minggu bekerja saja penjahit saya bisa mengantongi skitar Rp 2 juta rupiah plus THR dari saya Rp 1 jt. (Kebetulan konsep bisnis kami adalah bagi hasil 40% untuk penjahit, 40% untuk perusahaan, dan 20% untuk operasional)
Artinya, jika setiap penjahit saya bisa menghasilkan Rp 2jt dalam minggu itu, perusahaan menerima profit Rp 2jt x 8 = Rp 16jt
Angka yang sangat bisa disyukuri, mengingat kerjanya juga tidak terlalu memeras keringat dan pemikiran. Bagi saya, inilah bisnis. Fokus menciptakan profit, bukan menambah pekerjaan.
Hal lain yang hari ini saya sedang kerjakan juga adalah bagaimana merubah konsep agent asuransi menjadi bisnis asuransi. Kelemahan asuransi yang saya amati adalah para agent yang ada menawarkan produk seperti tabib.
Produk asuransi itu banyak, mulai dari jiwa murni ada, asuransi kesehatan, pensiun, penyakit kritis, kecelakaan, dan lain-lain.
Bahkan ada trainingnya yang berbulan bulan.
Kembali ke kaidah awalnya, jika mau berbisnis, maka harus mau mengambil satu produk saja, sisanya disimpan yang rapi.
Pilihan saya, akhirnya memakai produk penyakit kritis sebagai produk utama. Konsep penawarannya adalah menabung.
Kalau presentasi cuma tinggal bilang,
"Nabung 1jt, dapat proteksi kesehatan 1M, dana warisan 1M, dan tabungan.. Terserah besarnya berapa, kalau 10th ya jadi 120jt (plus profit)... Kalau 20 th ya 240jt (plus profit)"
Ndak sampai 5 menit, setelah itu sesi tanya jawab dengan konsumen.
Dan ternyata benar, setelah pola pikirnya dirubah, kinerjanya pun berubah. Hanya dalam hitungan minggu saja, sudah di grup yang baru ini sudah ada 80 orang Man Power, lengkap dengan omsetnya yang setara dengan mereka berkarir di asuransi selama 5th.
Dimana setahu saya para senior agent asuransi rata-rata setelah bertahun-tahun kalau saya survey paling cuma grup 5 orang, 10 orang, mentok 20an... Dan itu tahunan dapatnya.
Ketika ditanya, kenapa kok ndak rekrut yang banyak, jawabnya rata-rata, "Halah mas, wong saya ngurus diri saya sendiri saja sudah keteteran"
Jawaban paliatif memang, karena di dunia asuransi, jika orang sudah mengetahui teknik jualannya, mereka akan termotivasi untuk berjualan terus menerus. Bahkan ada sebuah penghargaan yang dinamakan MDRT yaitu yang berhasil menjual 500jt per tahun.
Jualan memang membuat kita kaya, namun sistim menjadikan kita passive income.
Hal ini yang juga menjadikan pertumbuhan orang di asuransi tidak secepat orang MLM. Dari pengalaman saya di MLM, rata-rata per tahun pertumbuhan grup bisa tembus 1000-2000an orang. Dengan omset 3M per bulan, 5M, 10 M. Hal yang sama pun ternyata dialami oleh pelaku bisnis MLM yang lain.
Salah satu faktor leveragenya adalah simplicity (kesederhanaan)
Kalau saya lebih suka jual satu produk fokus, selebihnya habiskan energi untuk buka cabang sebanyak-banyaknya.
Jadi, mau jualan produk apa Anda hari ini ?
Salam hangat,
Alfian Anjar HP 081 225 90 7576
Kiat Berpromosi
Selepas dari jeratan ajaran mbah Mofied akhirnya hari ini saya kembali menulis yang benar. Cerita pertama mengenai Paket gratis hari Kartini di Kupat Tahu Bandung (KTB). Sudah 4 tahun setiap hari Kartini dan hari Ibu ada promo paket gratis khusus ibu2/wanita di KTB.
Ide promo berawal saat pembukaan beberapa usaha kuliner (bakso, cabang kupat tahu, crepes) dengan paket gratis. Ternyata responnya cukup bagus. Karena menurut pengamatan hanya 2 kata yang akan menarik perhatian orang. Kata GRATIS dan PENGUMUMAN.
Untuk memperkuat branding maka dipilihlah hari Kartini dan hari Ibu sebagai moment untuk promo. Kenapa dipilih targetnya ibu2?
1. Merupakan saluran media promosi yang paling baik 2. Jajan lebih royal 3. Suka berkelompok (dgn teman/keluarga)
"Gak rugi?" "Gak lah..malahan untung.." "Lho kok bisa?"
Gini ceritanya adik adikku….
Kalimat promosinya
Selamat hari Kartini Sebagai rasa hormat kepada para ibu/wanita kami persembahkan paket GRATIS KUPAT TAHU BANDUNG Khusus untuk para ibu/wanita Minggu 21 April 2013 *makan di tempat
Dibuat poster untuk ditempel 5 buah dengan biaya 5 x Rp. 4.500,- = Rp. 22.500,-
Hasilnya….
Pukul 6 pagi konsumen sudah mulai berdatangan. Berombongan. Sudah bisa ditebak, begitu makan langsung telpon temannya. Ngasih tahu ada promo gratis. Makin siang makin ramai….
Kapasitas tempat duduk hanya muat 30 orang, sebagian nunggu berdiri. Terus mengalir sampai sore. Terhalang hujan waktu ashar, konsumen mulai berdatangan lagi setelah magrib. Karena kecapain, warung tutup jam 20.15 Pantauan di lapangan…
Promonya: "Gratis makan kupat tahu bandung khusus ibu2/wanita. makan di tempat"
Faktanya: 1. hampir tidak ada yang hanya datang untuk makan gratis, minimal minumnya teh botol (kalo minumnya teh tawar, gratis). 2. makan 1 porsi di tempat dibungkus 2 porsi (untuk kel dirumah, kalo gak dianter suami) 3. makan kupat tahu, nambah produk lain (mie ayam, bakso) 4. bawa rombongan keluarga (suami, anak)
Hitungannya.. Modal kupat tahu = 4.200,-, harga jual 10.000 Modal mie ayam = 3.500,-, harga jual 10.000 Modal bakso = 5.000,- , harga jual 10.000 Teh botol = 1.500,- harga jual 3.000
Makan di tempat 1 porsi dibungkus 1 porsi = bayar 10.000,- modal 8.400,-Makan kupat tahu, nambah mie ayam = bayar 10.000,- modal 7.700,-Makan kupat tahu, minum teh botol = bayar 3.000,- modal 5.700
Dan setelah di cek sore hari, ada sekitar 600 porsi KTB yang keluar hari kemarin (diluar Bakso, mie ayam dan nasi ayam).
"Ada sisa uang berapa?", tanya saya ke istri setelah hasil kalkulasi malam harinya "Dikurangi belanja masih tersisa sekitar 800 ribu rupiah.."
Promosi yang menguntungkan. 1. Branding usaha 2. Menambah database konsumen 3. Profit
Terima kasih para ibu/wanita yang sudah mampir ke KTB, terima kasih sudah mempromosikan usaha kami..
Salam promosi
Ato Sunarto Kupat Tahu Bandung Jl. Rusa Raya no. 47 Kota Jababeka Cikarang Bekasi
Minggu, 21 April 2013
Cara Goblok Jadi Pengusaha
Salam Hangat,
Tulisan ini diilhami oleh pertemuan saya dengan pengusaha yang cukup berhasil dan sudah berpengalaman sebagai mentor ataupun pengisi seminar di banyak kesempatan. Judul seminar andalan dia adalah “Cara Goblok jadi Pengusaha” meskipun judul ini juga yang sering dipakai Bob Sadino, kalau Cara Gila Jadi Pengusaha saya sudah cukup banyak belajar dan praktekkan ilmunya dan memang terbukti hasilnya. Tetapi untuk “Cara Goblok Jadi Pengusaha “ saya akhirnya merenung dan berfikir, apa jurus ini juga berlaku dalam proses bisnis yang saya jalani.
Akhirnya saya teringat beberapa bulan lalu, saat intens berkomunikasi dengan teman-teman kuliah dalam dunia facebook, bbm dan kopi darat juga. Terjadilah momen bbm an dengan grup teman kuliah, yang salah satu membernya teman kuliah keturunan Tionghoa yang sewaktu kuliah memang dikategorikan mahasiswi pinter spektakuler, dimana nilai IPK nya 3,9 sekian (nyaris sempurna 4.0) dan lulus kuliah sangat cepat serta di kategorikan cumlaude. Karena kita sudah lama lulus, jadi bisa bicara santai mengenang masa lalu, salah satu yang teman-teman tanyakan adalah gimana resepnya kok dia bisa sepinter itu dan memperole IPK setinggi itu. Tetapi jawaban teman saya ini sungguh mengejutkan, dia bilang “Sekarang punya IPK tinggi ndak penting, yang penting gimana punya pabrik kayak Mustofa”, wow cukup tersanjung saya. Karena temen saya ini terakhir berkarir disalah satu perusahaan besar nasional, dan kemudian resign untuk memulai beberapa bisnis kecil.
Kemudian,suatu ketika salah satu teman kuliah saya dulu yang tergolong cerdas, SMS ke saya yang intinya, dia mau maen kerumah untuk belajar sama saya. Kemudian saya balas, mau “Mau belajar apaan?, lha wong saya dulu yang belajar dari sampeyan, dan IPK sampeyan jauh lebih tinggi dari saya”, eh dia malah nimpalin “Sekarang yang penting bukan IPK yang Indeks Prestasi Kumulatif tapi Indeks Pendapatan Kumulatif”. Wow, saya kaget lagi, mendengar jawaban temen saya ini.
Kalau dari sisi nilai kuliah memang saya tergolong sedang saja dan jauh lebih goblok dari teman-teman diatas, bahkan sewaktu saya lulus, IPK saya yang hanya dua koma sekian, waktu itu adalah IPK dibawah rata-rata teman lulusan seangkatan saya yang tiga koma sekian. Cukup malu juga, apalagi orang tua mendengar saat dibacakan soal nilai itu. Pernah juga sewaktu kuliah, saking saya tidak pahamnya pada suatu mata kuliah, maka saya memutuskan untuk selalu jadi pembawa proyektor (OHP), dari kantor jurusan ke ruang kuliah yang jaraknya puluhan meter, ketika dosen mata kuliah itu mengajar, tujuannya biar pak dosen simpati dan bisa kasih nilai bagus he he he. Dan apesnya ternyata tetep saja saya dikasih nilai jelek, setelah mengulang satu semester lagi, barulah nilai mendingan yakni dapet 2.5.
Nah, kalau dari sisi proses menjadi pengusaha, setelah saya renungkan, ternyata memang benar saya cenderung menerapkan ilmu Cara Goblok ini. Justru ini rupanya kunci yang membawa bisnis saya lumayan berkembang seperti sekarang. Apa saja ya kira-kira kegoblokan saya:
1. Saya dari dulu ndak pernah banyak analisis, kalau bisnis atau peluang saya rasa-rasa bagus ya jalanin aja.
2. Saya pun menggoblokkan diri, dengan membuang jauh-jauh rasa malu, jadi prinsipnya gengsi ndak bikin sukses...Jadi saya rela memulai bisnis jualan ini itu yang terkesan ndak elit banget, termasuk sabun, sendal jepit, keranjang bekas, ayam bakar, sampah plastik lah....dst
3. Trus kalau bisnis gagal....saya ketawa-ketawa aja....memang sih awal-awalnya agak stress, tapi udah itu ya menerima dan bisa menertawai kegagalan, kayak artikel Om Eko June kemaren....kalau sudah bisa ketawa artinya hati plong dan....ya coba lagi....jadi enjoy aja...
4. Nah, terakhir ini mungkin bentuk kegoblokan utama saya yakni, karena merasa goblok maka selalu membuka diri dan mau terus belajar....nah belajar ini setahu saya cukup banyak orang yang mau....tetapi bedanya saya orangnya penasaran kalau belum dicoba, jadi saya selalu berusaha mempraktekkan apa-apa yang saya pelajari.
Karena menurut saya, belum ada cara yang bisa mengalahkan kerja nyata alias action, untuk meraih sukses. Dan niat dari awal pengin jadi pengusaha sukses, bukan pengin sukses belajar jadi pengusaha sukses....ntar jadinya profesor atau pengamat wirausaha, bukannya pelaku wirausaha.
Coba deh kalau di ingat-ingat sharing-sharing saya sebelumnya....rata-rata apa yang saya lakukan kebanyakan hanyalah mengikuti petunjuk dari para pelatih sukses ataupun contoh-contoh dari para pebisnis sukses. Jadi saya bisa sharing sekarang bukan karena saya pinter, tapi kebetulan saya udah belajar dan nyobain lebih dulu....
Banyak guru tempat saya belajar, mungkin puluhan tokoh bisnis yang saya belajar dari mereka, entah berupa seminar, buku-buku, radio ataupun internet....termasuk temen-temen di TDA ini tentunya.
Contoh kemauan saya belajar dan praktek adalah seperti terakhir ikut training adwords yang diajarkan Pak Rawi di Samikuring.
Cuma bedanya kalau sekarang tidak selalu saya sendiri yang ikut training atau seminar, bisa kirim atau ajak karyawan.
Ngomong-ngomong soal adwords, staff yang saya ajak pelatihan kemarin lah yang rajin otak-atik....dan memang ada hasilnya loh...terakhir ada produsen mainan anak-anak di Solo, yang mampir ke web saya, setelah googling... Seru deh ceritanya... dari dapet permintaan produk, sampai staff saya ngiderin beberapa pull bis untuk ngirim sampelnya ke Solo, setelah kesengsem dengan hasil pakai biji plastik kami, kemudian jauh-jauh dari Solo, saking urgent dan semangatnya, pelanggan ini nyamperin pabrik saya di Bekasi untuk tatap muka dan pembahasan lebih lanjut, trus dia beli sampel lagi senilai 3 jutaan, dan dia bawa langsung pakai mobil supaya bisa mencoba lebih banyak, dan lanjutanya pagi ini saya menerima order seniali hampir RP. 20 Juta, Alhamdulillah. Nah serunya lagi, kalau semua mesin dia sudah siap, maka katanya bulan-bulan kedepan total order bisa lebih dari Rp. 500 jt/bulan, semoga sukses Aamiin. Jadi saat ini saya mau bilang terima kasih ke TDA Bekasi dan Pak Rawi tentunya....
Nah mbalik ke soal goblok tadi, kemauan belajar dan praktik ini kalau istilah kerennya adalah ‘teachable’, alias menjadi orang yang gampang belajar dan melakukan apa yang dipelajari. Tentu yang relevan dan pas alias kita sesuaikan dengan diri kita atau bisnis kita.
Sudahkah Anda menggoblokkan diri?
Salam Goblok...To Be a Great Entrepreneur !
Mustofa Romdloni
Gagal itu Biasa
Salam hangat,
Dahlan Iskan menyuruh kita untuk segera menghabiskan jatah kegagalan masing-masing, dan Robert Kiyosaki bilang, pada umumnya orang akan kehilangan 3 usaha atau perusahaan terdahulu, sebelum akhirnya berhasil membangun sebuah bisnis yang benar2 sukses
Nah, seperti biasa, kalau para guru bicara saya mencoba mengevaluasi apa yang sudah saya lakukan dan ternyata untuk kegagalan usaha saya dapat membuat list yang lumayan, ini blm termasuk kegagalan project-project dalam sebuah bisnis dan juga gagal dalam target2 pribadi sedari jaman kuliah misalnya.
Berikut ini Daftar kegagalan bisnis kami: 1. 2001 melaunching bisnis les privat dan gagal, meski sudah menyebar nyebar brosur, tidak dapat murid jg.
2. 2002-2005 bisnis MLM pernah punya grup 100an orang dan akhirnya rontok akut, rugi puluhan juta dan meninggalkan hutang bbrp kartu kredit, belum lagi rugi fisik, waktu dan mental.
3. 2005-2007 mendirikan perusahaan jasa ekspedisi pengiriman barang, kontraktor dan general trading, pernah menghandel grup Wings, akhirnya bangkrut, tagihan pelanggan besar (bukan Wings) tdk dibayar dan duit digerogoti partner padahal sudah hutang bank dan kartu kredit lebih dr 150 juta, untuk beli truk bekas dan modal kerja. Butuh bertahun2 membayar cicilan bank tsb.
4. 2006-2007 bisnis warung ayam bakar sdh 2 cabang akhirnya tutup
5. 2009-2010 meski scr finansial kami tidak rugi, tapi projek untuk mendirikan pabrik dg pengusaha Malaysia gagal, krn mereka belum siap secara finansial. Padahal semua proses panjang ijin, pengembangan bisnis dan pasar di indonesi sudah dijalankan dan memakan energi dan waktu berbulan2, serta harapan yg sangat besar thd bisnis tsb. Akhirnya kami hanya bisnis perdagangan dg mereka
6. 2010 mendirikan Perusahaan dg memodali teman yg jalanin sbg direktur. Akhirnya usaha ditinggal kabur teman tsb, modal amblas dan rugi reputasi dihadapan supplier
7. 2011 masuk dlm bisnis pasar finansial electronic trading futures dan rugi milyaran...
Kegagalan bukan hal yang kita inginkan, tetapi setiap tindakan terutama dalam upaya untuk mengembangkan usaha, tentu selalu diiringi resiko juga.
Kalau saya pribadi terus berusaha bersikap positif terhadap kegagalan dalam bisnis. Dan menyimpulkan bahwa: Kalau sudah kehilangan puluhan juta, maka selanjutnya menghasilkan puluhan juta menjadi mudah.
Kalau sudah kehilangan ratusan juta, maka selanjutnya menghasilkan ratusan juta menjadi mudah.
Dan kalau sudah kehilangan milyaran, maka selanjutnya menghasilkan milyaran menjadi mudah.
Eits, jangan salah arti kita disuruh nyari gagal biar sukses. Tapi sekali lagi, ini adalah sikap yang mesti kita punya, jika ternyata usaha yg kita lakukan dengan keras, ternyata tidak berhasil.
Jadi buat yang telah, sedang atau akan mengalami kegagalan. Ayo tetap semangat... Seperti yang di ungkapkan Abraham Lincoln ”Sukses adalah perjalanan dari kegagalan ke kegagalan, tanpa kehilangan antusiasme Anda”.
Thomas Edison, pendiri 14 perusahaan (termasuk GE), mengatakan “Kami pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal”.
Ayo, silahkan yang akan sharing kegagalan...pemirsa silahkan menyiapkan tisu air mata masing-masing...
Salam Great Entrepreneur ! Mustofa Romdloni
------------------------------------
Cash flow? Siapa takut
Salam Hangat, Berikut ini sharing copas live chat fb saya (MR) dan pebisnis pemula (MS)...disingkat ke pokok pembicaraan, semoga bermanfaat.
MS: "Aku lagi mengalami masa2 resign bos, pait ya... Hehehe"
MR: "Ya ya ya...bagian dari proses...mesti tahan banting he he he. Bisnis apa?"
MS: "Bisnis EO, aku lagi kejar gathering2" "Ya, merasakan punya karyawan, tapi gak punya duit..."
MR: "Biasa...biasa...dulu aku gaji karyawan yg profesional...akunya sendiri tukang bersih2 kamar mandi ha ha ha...dia yg digaji gedhe...aku buat ongkos aja...”
MS: ”Haduh... Iya nasibnya pernah begitu juga ternyata. Ha ha ha”
MR: “Ya iya lah...siiip...yang penting fokus sama impian...”
MS: “Pak bos, dulu pernah kesandung masalah permodalan gak?”
MR: “Iyya...itu bagian yang harus disiasati...kalo bisnis dah jalan enak...coba cari teman yg punya modal lumayan, pinjem tapi pake sistem bagi keuntungan bulanan dg tempo, misal 6 bulan modal dibalikin. Yang penting kita dah punya proyek yang jelas, jadi yakin bisa bagi profit dan balikin modal”.
MS: “Iya...cuma cara meyakinkannya gimana bos...kalo lagi posisi begini kan muka kita kusut...hehehe”
MR: “Ya itulah...jadi pengusaha modalnya pede dan semangat...kalo yg lain dah gak punya juga...masak pede dan semangat juga gak punya ???...”
MS: “Hahahaa...iya iya” MR: “Dulu aku reuni sama temen2 kuliah, bela2in pinjem H1 Hyundai (yg mirip Alphard) pakai supir...mobil ini dibuat ngangkut temen2 dr jakarta dan muter2 di Semarang. Trus ktemu temen2 cerita aku bisnis bla bla bla...sampai akhirnya salah satu teman (yg jd orang kaya duluan) invest sampe 650jt an dg skema diatas...walhasil kepuyengan butuh uang bisa diatasi dengan oke banget.”
MS: “Heum...”
MR: “Nah itulah perlunya tetap semangat...supaya ide ide segar bisa keluar...keep fight and enjoy aja...”
MS: “Soal modal emang paling riskan ya...hehehe...”
MR: “Sebenarnya lebih tepatnya cash flow... Ada cara lain...supplier kita jaga hubungan baik, sedari order kecil...selanjutnya dari bayar cash, kita minta tempo 1 bulan misalnya, trus kita nagih ke pelanggan cash atau tempo maksimal 2 minggu. Jadi ketika dapet pembayaran, baru kita bayar ke supplier2 kita... Itu cara yang top markotop juga. Aku udah buktikan semua.”
MS: “Oke... Wih... Emang top sharing sama juragan ini...”
MR: “There are ways to get there... Oke sholat dulu...”
MS: “Yups...Thanks a lot”
Salam Great Entrepreneur ! Mustofa Romdloni
Jumat, 22 Maret 2013
Menulis Artikel
Selasa siang bertempat di Cikarang saya memberian training mengenai `menulis artikel'. Kenapa `menulis artikel' ?. Karena kalo menulis buku belum punya pengalaman. Sudah 4 tahun rencana nulis buku gak jadi jadi..he..he
Ingat dengan kalimat "kalo ingin belajar cobalah dengan mengajar", sayapun mulai menyiapkan bahan bahan untuk sharing.
Ada 15 orang peserta yang hadir. Ada yang berprofesi sebagai sekretaris, sales, after sales, cutomer service, admin, hrd dll. Karena tidak ada bekal pendidikan formal, jadi training sebisanya saja. Materi sedikit ngawur, yang penting peserta berani nulis. Ternyata asyik juga. Saat dibacakan hasil tulisan masing masing peserta, gelak tawa lucu terdengar dari semua yang hadir.
Selama 2 jam training, ternyata setiap tips menulis yang disampaikan, dilanjutkan dengan latihan, ada yang bisa menulis sampai 2 halaman dengan waktu sekitar 5 menit. Ada 7 tips yang saya sharing. Dan setelah dikumpulkan tanpa terasa rata rata ada 5 halaman tulisan dari peserta training.
Berikut tips yang saya sampaikan 1. Tulislah apa yang dikatakan 2. Jangan mengedit waktu menulis 3. Menulis pengalaman sendiri 4. Tulislah materi yang dikuasai 5. Teknik 3 kata 6. Teknik Pengembangan 7. Mind mapping
Silahkan dicobaada yang mau nambahin tips?
Mudah2an semangat menulis buku timbul lagi Ayo menulis.
"Dengan membaca kita mengenal dunia, dengan menulis dunia mengenal kita"
Salam
Ato Sunarto www.atosunarto.com www.atosunarto.blogspot.com
Dulu Saya Tidak Menulis
Salam Hangat, Temen-temen, tulisan saya hari ini masih lanjutan dari tema tulis menulis kemarin.
Bertahun-tahun yang lalu sy aktif dibeberapa milist, seperti YEA nya Jaya Setiabudi, ataupun SSR nya Safir Senduk, juga pembaca setianya blog Pa. Badroni Zuyirman dan webnya Purdiechandra. Nah dimilist2 itu saya sama sekali tidak menulis artikel, karena selain tidak tahu, sy jg tidak punya apa yg mau ditulis, niat saya ikut milist adalah untuk belajar dan memperoleh jaringan serta lingkungan yg tepat untuk proses menjadi pengusaha.
Jadi kalo mentor2 seperti p Budi Rahmat, Hendy Setiono, mas mono, atau Miming Phang sy sdh cukup faham sedari dl, seinget sy itu zaman omset kebab baba rafi msh 1M sebulan alias 12M setahun dan omset bisnis saya masih bbrp puluh jt aja sebulan. Jurus Bobol, Botol, dan Bodol nya pak purdie pun sdh ngelotok di kepala.
Sy beli tiket pwu2013 jg dr pa budi rahmat, krn dulu beliau sy add di face book dan beliau iklan tiket, mk nya sy beli.
Bahkan ketika iseng saya ketik nama saya di gooegle sekarang, malah muncul, email2 jadul saya di milist SSR, isinya mirip sama temen2 sekarang, yg bertanya ini itu, misal tanya dimana mencari cool box minuman buat warung ayam bkr sy, bahkan bbrp hari lalu ada mbak2 dari Solo nelpon dan nanyain tempat nyari cool box...pdhl email sy itu thn 2006 ato 2007 dan warung udah lama sy tutup he he. Ada juga email sy yg nanya cara bikin paten merek dst.
Waktu itu sy jg jarang comment thd postingan2, tp yg penting sy belajar dan menyerap ilmu. Termasuk dari blog pa Badroni maupun web Purdiechandra. Bahkan sy mau ikut EU aja gak kesampaian, gara2 gak ada temen bareng.
Yang dibenak sy waktu itu bagaimana menyerap ilmu dan bersemangat, sampai sering dada ini bergemuruh termotivasi, kmdn sy coba serius praktekin ilmu2 itu dibisnis.
Bahkan setelah usaha pontang panting dan tak kunjung berhasil. Rugi puluhan smp ratusan juta, hutang bank pula. Bisnis rontok, partner yg gerogotin, smp pelanggan yg tdk bayar. Sy bahkan bbrp kali mengalami masa2 jenuh,bosan dan lemes akut. Tidak mempan motivasi, milist malah sy tinggalin, baca buku bukan hanya males, tapi jg jd mules. Muncul pemikiran ingin jd karyawan aja terus... Mungkin beberapa temen dimilis ini pernah, sedang atau akan mengalami masa2 seperti itu... Kalau iya, anggap wajar aja.
Tp uniknya, setelah gagal dan istirahat bbrp bulan, semangat sy selalu bangkit lg. Kemudian sy mencoba usaha baru. Mungkin ini yg disebut para Suhu sukses adalah perjalanan. Namanya juga perjalanan, pasti mengalami kelelahan dan perlu istirahat. Setelah lelahnya hilang atau berkurang ya jalan lagi. Dan alhamdulillah, dg segala lika likunya, bisnis akhirnya sekarang cukup lumayan.
Latar belakang itu jg yg membuat sy kemarin datang PWU dan aktif di milist ini, seperti mendekat dg teman lama yg sempat sy tinggal. Itu jg kl diterima he he. Dan ternyata perkembangan TDA luar biasa member dan link yg dahsyat. Muncul banyak jawara baru, spt pecel lele lela, semerbak coffee, hydro, ayam lepas, dan msh buanyak lg, termsk para senior di Bekasi ini he he. Juga nama2 lama makin berkibar, seperti baba rafi dan mas mono yg Go internasional. Bahkan dahsyatnya TDA sdh ada partner yg bs bawa brand kita ke internasional. Kemaren kalau gak salah Hendi setiono bilang omzet baba rafi dah tembus 100M setahun.
Insyallah tahun ini dalam bisnis grup kami juga bisa tembus di angka itu atau setidaknya sdh sangat mendekati. Amin
Demikian sekelumit kisah, tapi kalo nggak bermanfaat ya nggak usah di inget ya.
Dan pesen khusus temen2 yg tidak pernah nulis atau komen.., jalan terus aja...karena kerja keras didukung kerja cerdas tetap cara yg paling top utk bisnis maju. Dan selama kita lbh banyak action, meski tanpa banyak nulis atau komen...sy yakin bisa sukses.
Salam Great Entrepreneur ! Mustofa R.