Sabtu, 12 April 2014

EM/MOL

EM (Effective Microorganism) / MOL (mikroorganisme Lokal)
      MOL (mikroorganisme Lokal) kita ketahui bahwa dipasaran harga MOL produksi luar negeri harganya cukup mahal, seperti merk EM4 (effective microorganism) bokhasi buatan Jepang. MOL sangat berguna untuk memupuk tanaman, dan juga bisa berfungsi sebagai bahan starter pembuatan kompos. MOL tidak merusak lingkungan dan juga tidak berbahaya bagi manusia dan hewan. Go Green untuk dunia, merupakan tujuan dari kita semua manusia yang menginginkan pentingnya lingkungan hidup ini dijaga dan dilestarikan oleh kita semua, demi terpeliharanya lingkungan yang bersih dan sehat serta berkesinambungan untuk umat manusia di bumi.
EM (Effective Microorganism) merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies, yang berguna untuk pertanian, peternakan, perikanan, industri, kesehatan dan lingkungan. EM berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam tanah memberikan multiple efect yang secara dramatis meningkatkan mikro flora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, sacharida, alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman. Kandungan EM terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan jamur fermentasi. Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat, percepat perombakan bahan organik, lignin dan cellulose, dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan. Actinomicetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat anti biotik, menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri asam laktat actinomicetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan. 
     Fungsi EM untuk mengaktifkan bakteri pelarut, meningkatkan kandungan humus tanahlactobonillus sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. Bila disemprotkan di daun mampu meningkatkan jumlah klorofil, fotosintesis meningkat dan percepat kematangan buah dan mengurangi buah busuk. Juga berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfunsi antioksidan, menekan bau limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan daya dukung lahan, meningkatkan cita rasa produksi pangan, perpanjang daya simpan produksi pertanian, meningkatkan kualitas daging, meningkatkan kualitas air dan mengurangi molaritas Benur. 
Jenis-jenis EM yang ada seperti 
  • EM1 yang berupa media padat berbentuk butiran yang mengandung 90% actinomicetes. Berfungsi untuk mempercepat proses pembentukan kompos dalam tanah.
  • EM2 terdiri dari 80 species yang disusun berdasarkan perbandingan tertentu. Berbentuk kultur dalam kaldu ikan dengan pH 8,5. dalam tanah mengeluarkan antibiotik untuk menekan patogen.
  • EM3 terdiri dari 95% bakteri fotosintetik dengan pH 8,5 dalam kaldu ikan yang berfungsi membantu tugas EM2. Sakarida dan asam amino disintesa oleh bakteri fotosintetik sehingga secara langsung dapat diserap tanaman.
  • EM4 terdiri dari 95% lactobacillus yang berfungsi menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim. 
  • EM5 berupa pestisida organik.
sumber : www.wattpad.com/311953-menakar-komposisi…

CARA MEMBUAT EM4 (pertanian)
BAHAN:
  • Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
  • Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
  • Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
  • Kacang panjang segar 0,25 kg
  • Kangkung air segar 0,25 kg
  • Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
  • Gula pasir 1 kg
  • Air tuak dari nira 0,5 liter
CARA PEMBUATAN:
Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

CARA MEMBUAT EM4 (perikanan)
1. Bahan dan alat
  • Susu sapi murni dua liter
  • Isi perut (lambung) kambing atau sapi secukupnya.
  • Gula pasir 1 kg
  • Bekatul 1 kg
  • Nanas 1 buah
  • Terasi ½ kg
  • Air bersih 10 liter
2. Cara Membuat
Haluskan buah nanas dengan mengunakan blender/parutan. Campurkan dengan gula pasir, bekatul, terasi dan air bersih di dalam panci. Masak sampai mendidih, lalu dinginkan.
Tambahkan susu sapi murni dan isi lambung kambing atau sapi, aduk hingga tercampur rata.
Tutup panci rapat-rapat hingga 12 jam atau satu hari.
 

Membuat EM4 dengan bahan Tumbuhan
Membuat EM4 dengan bahan usus hewan menimbulkan bau busuk yg kurang sedap, oleh karena itu cara lainnya adalah menggunakan bahan2 tumbuhan yang tdk terlalu berbau busuk.

1.Bahan-bahan

  • Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
  • Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
  • Bekatul, secukupnya
  • Gula merah, sedikit saja
  • Air beras, secukupnya
Cara membuat:
Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya di dalam sebuah ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil kadang-kadang diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1

EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas" yang akan mempercepat proses pengomposan. Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.
Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.
Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.

Sumber : http://www.gerbangpertanian.com/2010/04/membuat-em4-sendiri-dengan-mudah.html  

Membuat MOL dengan bahan NASI BEKAS
Tahap I
  • Nasi bekas atau nasi basi kita buat bulat sebesar bola pimpong, sebanyak 3-4 bulatan.
  • Setelah itu, nasi basi yang telah dibentuk bulat sebesar bola pimpong kita simpan di dalam wadah (kaleng/botol plastik) kemudian ditutup rapat.
  • Letakkan botol berisi nasi basi ditempat yang tidak langsung terkena sinar matahari.
  • Setelah 1 minggu, nasi basi akan ditumbuhi jamur (cendawan) yang berwarna merah hingga kekuning-kuningan.
Tahap II
  • Siapkan botol kapasitas  2 ltr air.
  • Masukan nasi basi yang telah ditumbuhi jamur kedalam botol.
  • Buat larutan air bercampur gula pasir atau sirop manis. Perbandingan antara air dan gula pasir atau sirop manis adalah; 1,5 ltr air : 5 sendok gula pasir atau sirop manis. Gula adalah sumber makanan dan hidupnya bakteri yang ada di jamur.
  • Masukkan larutan air gula pasir atau sirop kedalam botol yang berisi nasi basi yang telah ditumbuhi jamur.
  • Botol yang berisi campuran nasi basi dan gula pasir atau sirop lalu ditutup
  • Setelah 4 hari, botol dibuka sambil dikocok, agar nasi basi dan gula bercampur merata. Perlu diperhatikan dalam mengocok larutan, agar sesekali botol dibuka agar kandungan gas-gas yang ada dalam botol dapat keluar. Tekanan gas yang ada di dalam botol cukup tinggi, hingga cukup mengejutkan bila tutup botol dibuka selesai cairan pupuk dikocok.
  • Tutup kembali botol, dan simpan kembali.
  • MOL sudah dikatakan siap pakai, apabila tercium bau masam manis seperti tapai yang keluar dari dalam botol hasil fermentasi nasi basi dan gula pasir.
  • Saring cairan MOL dengan kain kasa, kemudian masukan kedalam botol, dan MOL siap untuk dipakai atau dipasarkan.
  • Ampas sisa MOL bisa dimanfaatkan kembali yaitu dengan menambahkan cairan gula seperti yang telah tertera di atas
Untuk membuat pupuk cair MOL ukuran 1-2 ltr dibutuhkan 3-4 bulatan nasi basi yang telah difermentasikan dicampur dengan larutan 2 ltr air dan 5 sendok gula pasir. Jika ingin mendapatkan pupuk cair yang lebih banyak, kita tinggal melipatgandakan saja perbandingan antara nasi basi dan larutan gula pasir.
Menggunakan MOL untuk tanaman, perlu diperhatikan aturan pakainya. Jikalau terlalu banyak, akan berakibat tanaman akan layu dan mati. . Perbandingan pemakaianuntuk tanaman adalah 1 MOL : 5 air. 

SUMBER:  ASASTANIORGANIK;GO+BLOG;Infoteknologi

CARA MEMPERBANYAK EM4 ( Praktis )

EM adalah mikro organisme efektif yang berfungsi sebagai pengurai dalam proses pengomposan atau fermentasi. Bisa diperoleh ditoko alat-alat pertanian dan peternakan.
Alat dan Bahan
  • Botol kemasan air minum 2L / Jerigen, usahakan wadahnya yang tebal dengan tutup rapat  agar proses fermentasi lebih maksimal
  • 30cc (3 tutup botol) EMx
  • Air 180ml
  • Gula merah secukupnya atau gula putih 5 sendok makan (disarankan sebaiknya menggunakan gula merah saja, lebih bagus)
  • Terasi atau bekatul/dedak (opsional, boleh dipakai atau tidak)
Cara Membuat
  • Larutkan gula merah dengan air secukupnya, lalu masukkan ke dalam botol
  • Tambahkan air 180ml, EMx 30cc, dan bekatul/terasi ke dalam botol
  • Aduk / kocok agar semua bahan tercampur rata
  • Tutup rapat botol dan diamkan selama 1 minggu
  • Kalau kondisi di dalam botol menghasilkan banyak gas atau botol terlihat agak menggembung, buka tutup botol untuk mengeluarkan gasnya, lalu tutup lagi. Lakukan bila masih mengeluarkan gas.
Tandanya EM sudah bisa dipakai adalah warna lebih pekat. Memperbanyak EM lebih mudah daripada kalau membuat sendiri
sumber :http://dkwek.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar