Kenapa harus menjadi spesialis ?
Bayangkan anda adalah seorang lulusan sarjana (fresh graduate) yang belum memiliki pengalaman. Anda tengah mencari sebuah pekerjaan dan memiliki waktu selama 40 jam dalam seminggu.
Anda kemudian ditawari oleh beberapa perusahaan untuk bekerja parttime di beberapa jenis pekerjaan dengan komposisi gaji sebagai berikut. Sebagai admin anda dibayar sebesar 10.000 perjam, sebagai akuntan anda dibayar 12.000 perjam, sebagai pengawas anda dibayar 14.000 perjam, dan sebagai marketing anda dibayar 16.000 perjam. Anda kemudian mengambil seluruh pekerjaan yang datang kepada anda. Sehingga perhitungan penghasilan selama seminggu anda bekerja menjadi sebagai berikut : - Sebagai admin anda mendapat gaji 10.000 x 10 - sebagai akunting anda mendapat gaji 12.000 x 10 - sebagai pengawas anda mendapat gaji 14.000 x 10 - sebagai marketing anda mendapat gaji 16.000 x 10
Jika dihitung total, maka penghasil anda selama seminggu dengan 4 pekerjaan yang berbeda mencapai 520.000. Apakah ada yang salah dari perhitungan ini? secara matematis tidak, namun kita merasa ada yang aneh bukan. Ya, apabila anda mengambil satu saja pekerjaan, sebagai contoh marketing, kemudian anda menghabiskan waktu 40 jam selama seminggu, maka penghasilan yang anda dapatkan menjadi 640.000, lebih besar daripada mengerjakan seluruhnya.
Namun, nilai tersebut hanya bagi anda yang belum memiliki pengalaman. Bagaimana jika anda memiliki pengalaman di suatu bidang selama 1 tahun, 2 tahun atau bahkan 5 tahun. Anda pasti akan mendapatkan bayaran yang lebih tinggi. Keahlian anda menjadi bertambah, wawasan anda pun bertambah, dan juga anda menjadi seorang yang expert.
Terkadang mungkin kita berpikir, banyak sekali peluang yang kita temukan di luar sana. Jika kita membuka koran pada hari ini, maka banyak sekali peluang di berbagai bidang pekerjaan maupun usaha. Beberapa orang akan berpikir, jika saya memiliki keahlian yang banyak, maka peluang saya untuk mendapatkan pekerjaan diluar sana akan semakin besar juga. Tapi, dengan berpikir seperti itu, sebenarnya anda justru telah menghilangkan kesempatan bagi diri anda. anda hanya akan menghabiskan waktu anda. Peluang yang ada di luar sana membutuhkan pengalaman agar anda mendapatkan bayaran yang tinggi.
Beberapa dari kita juga mungkin pernah merasakan putus asa manakala keahlian yang kita miliki tidak pernah "dilirik" atau "dibeli" oleh orang lain. Percayalah, semakin sedikit permintaan, berarti semakin tinggi harga anda. Tidak banyak orang yang seperti anda, jika banyak, maka tentu saja harga keahlian anda menjadi sangat murah bukan.
Seorang dokter spesialis akan dibayar dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada seorang dokter umum. Ya, karena menjadi spesialis membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi, pengalaman yang lebih banyak dan waktu yang tidak sebentar.
Seorang teman pernah berkata, menjadi generalis atau multi talented sama saja dengan tidak memiliki keahlian. jadi, apa spesialisasi anda?
sumber : http://klashkun.blogspot.com/2013/03/kenapa-harus-menjadi-spesialis.html Sincerely Yours ikhlash kautsar, S.Tp klashkun.blogspot.com | Follow me @klashkun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar