Sabtu, 25 Mei 2013

Saya hanya kebagian sisanya


Salam hangat,

Karena teringat beberapa hari lalu saya menerima karyawan baru untuk kepala bagian maintenance dan beberapa operator tambahan untuk pabrik kami di Kosambi Tangerang. Dan ternyata untuk karyawan-karyawan baru ini aja, kami mesti menyiapkan anggaran tambahan untuk gaji mereka sekitar 45 juta sebulan..... Saya jadi teringat untuk melanjutkan tulisan sebelumnya....

Pesawat terbang yang sudah lepas landas ternyata jauh lebih mudah mengendalikannya, dan tidak membutuhkan power besar seperti saat lepas landas. Pada umumnya sang pilot tinggal me-set kota tujuan dan dengan sistem yang ada dipesawat, maka secara otomatis pesawat akan melesat ke kota tujuan atau yang lebih sering di sebut dengan auto pilot. Tugas sang pilot hanyalah memonitor dan melakukan action kalau-kalau terjadi penyimpangan jalur ataupun kondisi cuaca yang kurang bagus.

Nah kira-kira seperti inilah tugas kita para pemilik bisnis untuk berusaha membuat usaha kita menjadi auto pilot layaknya pesawat yang sudah di angkasa.

Bahkan kalau mengikuti nasehat Robert Kiyosaki, yang disebut kuadran bisnis yang benar adalah bisnis yang jika kita pemilki usaha, meninggalkan usaha kita atau tidak mengurusinya selama setahun atau lebih, setelah kita kembali maka kita temukan usaha kita tetap berjalan dengan baik, bahkan terus berkembang.

Saya pribadi masih terus belajar dan mengembangkan, bagaimana membuat usaha kami punya sistem bagus layakanya autopilot dalam penerbangan pesawat. Atau mungkin yang sering disebut istilah gaulnya usahanya jalan pengusahanya jalan-jalan, tapi bukan tukang ojek yah he he...... Setidaknya saat ini saya pribadi sudah tidak punya pekerjaan rutin harian yang harus dikerjakan karena banyak pekerjaan sudah diserahkan ke profesional sesuai keahlian masing-masing alias saya hanya kebagian sisa pekerjaan saja....

Selain libur lebaran, dalam setahun kami bisa beberapa kali mengambil libur ataupun perjalanan yang kisarannya 10 hari, entah keluar kota atau keluar negeri....seperti bulan depan insyaallah saya ikut rombongan TDA Goes to Turki....

Kira-kira apa saja ya yang diperlukan untuk membuat usaha kita bisa auto pilot ?. Akan coba saya kupas satu-persatu, bisa bersambung dalam beberapa email....

1. Leadership, alias sang owner sebagai pemimpin memiliki Visi yang jelas

Owner lah yang memiliki tujuan yang jelas, usaha kita mau dibawa kemana dan mau menjadi seperti apa. Ralph Waldo Emerson mengatakan “Dunia terbuka lebar bagi mereka yang tahu arah yang dituju”.

Pemimpin bisnis menetapkan visi tentang usahanya, yang bisa jadi merupakan pandangan dan tujuan jangka panjang yang tidak terlihat dalam penglihatan mata pada awalnya.

Seperti Walt Disney yang memiliki visi dalam benaknya bagaimana untuk menjadikan suatu tempat dimana anak-anak serta keluarganya bergembira bersama memasuki dunia yang sama sekali baru bagi mereka. Di dalam dunia baru ini, mereka akan menyaksikan secara nyata tempat-tempat dan tokoh-tokoh yang biasanya hanya mereka dengar dari dongeng. Sampai akhirnya Walt Disney berhasil menciptakan Disneyland yang sukses dan menyebar bukan hanya di beberapa negara bagian Amerika seperti Florida dan California, tetapi juga ke beberapa kota di negara lain seperti, Paris, Hongkong, Tokyo dan segera menyusul di Shanghai.

Dari visi yang jauh ini, kemudian mampu di pecah menjadi target-target yang lebih dekat dan lebih kecil.

Visi dan target akan menjadi tujuan yang menggerakkan usaha dan anggota tim untuk bekerja mewujudkannya dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun.

Misal sang owner mempunyai Visi memiliki resto di seluruh kota besar di Indonesia bahkan dunia. Kemudian di break down lagi menjadi target 1-2 resto yang benar-benar sukses di 3 tahun pertama. Kemudian target diperkecil lagi dengan pencapaian omzet tertentu, penambahan produk-produk tertentu, basis pelanggan tertentu, membuat sistem operasi yang bagus dst.... Jika target awal sudah tercapai kemudian dikembangkan dengan target ekspansi 1-2 resto pertahun misalnya.... Di salah satu perusahaan kami yang sedang fokus kami kembangkan, saya sebagai leader selalu menyampaikan visi ke anggota tim, bahwa dibidang kami, perusahaan harus menjadi nomer satu atau dua di Indonesia, dan menjadi pemain yang disegani di regional.

Visi tersebut kami breakdown dengan target yang lebih kecil seperti peningkatan kapasitas produksi dan nilai penjualan tertentu di setiap tahunnya. Serta target-target yang lebih kecil untuk masuk di sebuah pelanggan, penambahan alat-alat dan sumber daya tertentu untuk meningkatkan kemampuan kami, dst.

Insyaallah berlanjut ke email berikutnya.....

Salam Great Entrepreneur !

Mustofa Romdloni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar