Dalam blog ini saya telah menulis 3 artikel tentang mengapa menjadi spesialis. Namun muncul pertanyaan, dimanakah letak pengusaha? apakah juga spesialis ataukan generalis. Sebelumnya saya pernah tuliskan bahwa multitalentad berarti untalented, seseorang yang memiliki banyak talenta sama saja tidak memiliki talenta, apakah hal ini sama dengan pengusaha.
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin menganalogikan dengan sebuah tim sepakbola yang terdiri dari 11 orang, disana terdapat keeper, defender, midfielder, winger dan striker. setiap pemain adalah spesialis. seorang pemain, baik itu keeper, defender, ataupun posisi lainnya yang masuk dalam starting XI, pastilah pemain yang terbaik dibandingkan dengan pemain-pemain lain pada posisi yang sama di sebuah klub. Setiap pemain memiliki keahlian, pengalaman dan kapasitas untuk melakukan hal yang terbaik di posisinya. Sebut saja Joe Hart, Victor Valdes, ataupun Gianluigi Buffon merupakan sebagian dari keeper terbaik dunia, Sedangkan C. Ronaldo, Zinedine Zidane, Messi, dan masih banyak lagi, merupakan pemain-pemain sektor tengah dan depan yang mumpuni.
Jika setiap pemain memiliki posisinya masing-masing, lalu dimana posisi yang dapat menggambarkan seorang pengusaha. Yup, tidak lain adalah Coach/pelatih. Beberapa pelatih datang sebagai pemain sukses pada masa lalunya, seperti Sir Alex Ferguson, Pep Guardiola, Didier Deschamps dan Diego Maradona, sedangkan beberapa pelatih hadir dari pengalaman kepelatihan seperti Andre Villas Boas, Tito Vilanova maupun Andreas Stramaccioni.
Apakah 3 nama terakhir adalah seorang spesialis, ya tentu saja. Mereka adalah spesialis dibidang kepelatihan, meracik strategi, meracik permainan, psywar, mengelola psikologi hingga memotivasi pemain. Mereka terlatih untuk menjadi pelatih.
Demikian juga dengan pengusaha. Apakah seorang pengusaha harus memiliki spesialisasi yang beraneka ragam dalam waktu yang bersamaan, Seorang pelatih tidak mungkin memiliki pengalaman atau ahli atau bahkan pernah menjadi keeper, defender, midfielder ataupun striker dalam rentang waktu yang singkat. Apakah seorang bill gates harus menguasai pengelolaan sumber daya manusia, financial, marketing, dan administrasi dalam waktu yang bersamaan. Tidak, dan beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan pengelolaan perusahaan bisa jadi diserahkan kepada direktur/manager yang ahli dalam mengelola perusahaan.
Menjadi pengusaha bisa dari arah manapun dan tidak harus menguasai seluruh bidang, menjadi pengusaha bisa dari latar belakang seorang yang ahli di bidang financial yang kemudian membangun perusahaan dibidang jasa keuangan, dari seorang yang ahli di bidang IT yang membuka usaha dibidang konsultan IT, dari seorang yang ahli di bidang marketing yang membuka perusahaan marketing agency, dari seorang yang ahli di bidang pengelolaan sumber daya manusia yang membuka perusahaan outsourcing ataupun training, menjadi pengusaha bisa jadi dari hobi memasak kemudian membuka sebuah restaurant atau cafe, dan lain sebagainya.
Namun, yang menjadikan pengusaha seorang spesialis adalah kemampuannya dalam melihat peluang dan memanfaatkannya untuk mendapatkan profit melalui penciptaan nilai tambah (added value) produk yang diciptakan, berani mengambil resiko serta kemudian mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mencapai goal/tujuan usahanya. Seperti yang didefinisikan oleh Peter F. Drucker bahwa seorang entrepreneur adalah “…the practice of consistently converting good ideas into profitable commerce venture”.
Lalu bagaimana dengan pengusaha yang harus fokus pada satu bidang usaha?
Menurut saya itu adalah spesialisasi usaha, dengan kata lain, fokus usaha yang anda lakukan. Dengan keahlian dibidang pemasaran anda bisa memilih untuk menjadi spesialis di bidang marketing/pemasaran ataupun spesialis di bidang pemasaran produk tertentu, anda yang memilihnya.
Kemudian jika ada pertanyaan, "Bagaimana dengan Chairul Tandjung dengan CT Corpnya, Sandiaga Uno dengan Saratoga Recapital, Yusuf Kalla dengan Kalla Group, ataupun Eka Tjipta Widjaja dengan Sinarmas Group yang memiliki berbagai jenis usaha?" anda bisa menjawabnya sendiri.
source : klashkun.blogspot.com
Regards
Sincerely Yours ikhlash kautsar, S.Tp klashkun.blogspot.com | Follow me @klashkun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar