Sabtu, 25 Mei 2013

Sudahkah kita bersyukur?

Hari Minggu kemarin adalah hari berKMB bersama dengan mentor Juragan Dhika di Kantor ODNV. Yang hadir Saya,Pak Movied, Pak Udien, Pak Chandra, Bu Riski (Dari Surabaya) dan yang absen Pak Cris dari Manado dan Bu Ocha suaminya sakit kena DBD (semoga lekas sembuh ya suaminya bu).

Semua peserta saling memaparkan action plannya selama 1 bulan. Ada yang menarik dari saya adalah pemaparan Bu Riski juragan Clothing dia membuat Papan di tempat kerjanya yang isinya semua tempelan dari Yellow Note dari semua karyawan dan tiap sore hari selalu berubah. Bu Riski mewajibkan setiap karyawannya (para tukang jahit) menuliskan kata kata syukur setiap sore hari. Sesulit apapun kerjaan atau yang dilalui hari ini walaupun sedang dalam keadaan kesal selalu ditutup pulang dengan menuliskan kata syukur (yang positif) di kertas tsb.

Wow menarik sekali menurut saya, suatu tindakan yang mungkin sebagian usaha/kantor tidak berguna tapi menurut saya mengajarkan dan menanamkan rasa syukur kita setiap hari kepada sang Pencipta. Karena semakin kita bersyukur semakin kita diberikan kenikmatan yang lebih lagi.

Saya mulai mengikuti caranya mulai dari rumah. Dirumah saya buat papan kecil dan menyediakan yellow note buat di tulis sekeluarga. Saya mulai mengajarkan kepada anak saya Bintang mencoba bersyukur bukan cuma sekedar di ucapkan tapi di tulis dan di tempel di papan. "Kak Bintang, coba apa yang kakak syukuri hari ini" ucapku. Sambil menatap wajahnya yang masih bingung dengan maksud saya. saya pancing dengan percakapan. "Kalau Ayah bersyukur hari ini, yang pesen edible sampai 15 orang..., kalau kamu... Apa yang didapat hari ini?" Tanyaku sambil menempel tulisan di papan bersyukur. "OOh.. Aku dapat nilai A di kursus bahasa Inggris ku" jawab Bintang. "Good.. Very good! Sekarang kamu tulis di kertas dan tempel di papan ya" ucapku. Dengan semangat dia menuliskan kata syukurnya di papan tersebut. "Kalau Adek Mentari apa sykurnya hari ini?" Tanyaku kepada Mentari sambil melihat muka polosnya yang masih TK B. "Tadi kamu Ngaji kan? Kehujanan gak pulangnya" tanyaku. "Iya yah, Alhamdulillah akuh pulang ngaji pas pulangnya hujan aku sama kakak lariii untung aku gak kebasahan. Pas sampe rumah baru hujannya makin gede yah.." Ucapnya sambil lompat lompat kegirangan ketemu jawaban yang saya tanya :) karena Si Mentari belum bisa nulis akhirnya di bantu Kakaknya menulis dan menempelkan kata syukurnya di papan.

Kok Beda ya rasanya kalau dilakukan bersama sama. Kayanya seberat apapun hari ini kalau kumpul sama keluarga dan bersyukur mulai dari hal hal yang kecil dilakukan bersama terasa lain sekali. Mudah mudahan bisa terus mengajarkan cara bersyukur mulai dari anak anak dan keluarga. Terus nanti di coba di usaha bersama para asisten CokMen.

Sudahkan Kita Mengucapkan syukur hari ini?

Wassalam @Ismed Ismail

Salam

@IsmedIsmail | @Imedpreneur TDA 002-0011 | Pin: 274CA288

www.DiliputMedia.com | ebook "Jurus Bisnis Diliput Media Gratiss!"

www.CoklatMentari.com | "Fotomu terasa Manisss sampai Gigitan Terakhir!"

www. MaduHutanLiar.com | "Madu Asli dan Langka dari Hutan Indonesia"

__._,_.___

6 jurus jitu mendatangkan pengunjung ke Web

"Setelah membuat website, trus enaknya diapakan ya mbak?"

"Toko Online saya udah 6 bulan tapi belum pernah transaksi sama sekali tuh, kira2 kenapa ya?"

Apakah pertanyaan diatas adalah milik Anda?hehehe...

Karena cukup sering saya mendapatkan pertanyaan seperti diatas, maka dikesempatan ini saya coba menjawab.

Untuk lebih lengkapnya silahkan langsung ke postingan di blog Jurus Jitu Mendatangkan Pengunjung ke Website

Jawabannya sebetulnya simple, setelah Anda memiliki website atau toko online ya dipromosikan donk. Ibarat toko offline saja butuh promosi, dipasangi banner, adakan acara soft launching, promo diskon, dsb. Nah website juga begitu, perlu dipromosikan.

Lalu pertanyaan berikutnya muncul, "Lha terus gimana caranya mempromosikan website itu mbak?" dengan wajah sedikit mengkerut dan mulai kesal. heheheh...

Tenang-tenang...

Caranya banyak...disini saya kasih tau 6 cara yang paling ampuh, yang bisa Anda terapkan sesuai kebutuhan nya masing2 :

1. Pasang Adwords, kalau sudah mantap dengan produk dan webnya plus ada modal untuk beriklan, langsung pakai adwords saja.

2. Pakai SEO, ini agak lama, apalagi websitenya baru (domain nya baru), tapi hasilnya bisa untuk jangka panjang. Silahkan mulai belajar teknik-teknik SEO, banyak bertebaran ilmunya di Google, asalkan ulet.

3. Manfaatkan Sosial Media. Pastinya promosikan website dan produk jualan Anda di sosmed. Kalau perlu buat sosmed khusus untuk jualan, jangan nyampur sama akun pribadi.

4. Manfaatkan Forum, aktif di forum-forum diskusi seperti kompas, viva, detik. Buat signature yang mengarah ke website kita.

5. Gabung di Portal Ecommerce, jangan malu untuk mengiklankan produk Anda di Indonetwork, Tokobagus, Berniaga, dll. Traffic pengunjung mereka sangat besar, bisa saja penjualan berasal dari sana.

6. Sebar brosur, bagikan ditempat ramai. Tempel sticker di angkot, kopaja, dll.hehe

Intinya gimana supaya sebanyak mungkin orang tau tentang website kita. Karena inti dari Anda membuat website adalah ingin menjual produk kan? Nah gimana bisa menjual kalo websitenya saja gak ada pengunjungnya.

Ingat rumus ini: Semakin banyak pengunjung = semakin besar potensi penjualan

salam berjualan online,

www.DesiKurnia.com

Memperbesar benteng

Sewaktu ke Bandung saya bertemu dengan seorang pengusaha komputer besar yang mempunyai bermacam-macam usaha, sebut saja namanya gunawan

Bisnis utama dia adalah jual beli dan service laptop second beserta perangkatnya sedangkan bis

Llplnis sampingannya adalah rental mobil, game centre dan bisnis kuliner

Yang menarik dari dia adalah dia setiap hari selalu nongkrongin tokonya dari jam 8 pagi sampai 8 malam

Istrinya juga ikut di toko itu tetapi mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan orang luar

Si gunawan ini tidak hanya nongkrong, dia sudah punya pelanggan tetap yang tersebar di sekitar bandung yang dengan setia selalu datang ke tokonya

Bisnisnya sudah besar, dia sering masukin barang dari luar patungan bersama teman-temannya sesama pengusaha b komputer yang ada di harco jakarta

Dia menguasai pasar komputer di jawa barat terutama laptop yang saat ini menjadi bisnis andalannya

Dia tidak memanfaatkan internet untuk penjualan tetapi menggunakan internet untuk mencari barang yang akhirnya bisa kenal dengan saya

Dari banyak ngobrol, akhirnya terjadi transaksi bisnis lainnya yaitu kita sama-sama akan memasukkan barang dari singapore dan batam yang akan dilakukan dengan visit bersama untuk memastikan kondisi barangnya

Sebetulnya yang menarik bukan itu, yang menarik adalah dia, gunawan, tidak mendelegasikan pekerjaannya ke orang lain, dia rela nungguin kantornya selama 12 jam selama bertahun-tahun, bisnisnya dimulai tahun 98

Untuk bisnis yang lain, dia baru angkat orang kepercayaan untuk menjalankannya dengan sistim laporan rutin serta memasang banyak "mata-mata" disekitar orang kepercayaannya

Dari cara gunawan menjalankan bisnisnya ternyata ada banyak kesamaan dengan kawan-kawan saya yang chinese

Mereka selalu rela nungguin bisnisnya setiap hari selama bertahun-tahun dan mereka juga memainkan investasi ke dalam bentuk lain seperti bisnis, LM, reksadana, property, dll

Mereka selalu bergelut dengan rutinitas harian dengan dibantu sedikit karyawan

Apa yang dilakukan teman-teman chinese saya sangat berbeda dengan apa yang saya kenal di lingkungan saya walaupun tidak semuanya

Banyak kawan-kawan saya yang selalu bangga dengan jargon "bisnis jalan pengusaha jalan-jalan" atau "ternak teri"

Seolah-olah jika sudah bisa meninggalkan bisnisnya maka semua kelihatan hebat

Seolah-olah jika bisa mempunyai banyak karyawan maka bisa dipandangn sebagai pengusaha sukses

Istilah On Bisnis menjadi lebih hebat stratanya daripada In Bisnis, padahal bisnis tidak bisa dibuat segampang itu

Dalam sesi mentoring bersama coach Fauzy rachmanto, saya menemukan istilah benteng untuk penggambaran kondisi bisnis

Jika saat ini kita masih harus memperkuat benteng kita maka yaitulah pekerjaan yang harus kita lakukan setiap hari, setiap saat sampai benteng benar-benar kuat, sampai bisnis bisa menghasilkan cashflow yang mantap

Jika di suatu saat kita ingin merebut benteng lain maka segala macam resource yang ada bisa dikerahkan

Untuk merebut benteng lain kita bisa menghire orang lain untuk melakukannya dalam jangka waktu tertentu, misal 3 6 atau 12 bulan

Untuk pendanaan digunakan uang tabungan bukan uang operasional benteng yang ada

Jika terjadi kegagalan maka kita bisa kembali ke benteng yang lama dan pasukan yang ada juga dibubarkan

Tetapi kita sebagai komandan perang masih punya benteng yang kokoh sebagai tempat berteduh dan uang yang sudah terlanjur keluar tidak sampai mengganggu operasional bisnis yang ada

Jadi....... fokus kepada bisnisnya bukan fokus kepada penilaian orang lain adalah jalan terbaik untuk memperbesar bisnis

Salam sukses dunia akherat,

http://prakom.com http://rawiwahyudiono.com http://twitter.com/rawiPrakom http://facebook.com/rawi.wahyudiono

Terkirim dari device hasil jualan server, printer dan ribbon

__._,_.___

Belajarlah sampai ke negeri cina

Salam hangat,

Kita sering mendengar nasehat bijaksana, 'belajarlah sampai ke negeri China'.

Untuk benar-benar belajar dengan pergi ke negeri China, selain perlu biaya besar untuk transportasi dan akomodasi, kita juga akan terkendala bahasa, karena orang China kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris. Dan meskipun saya pribadi sudah beberapa kali pergi ke China dengan total waktu menetap hampir sebulan. Tapi dalam tulisan ini saya tidak akan membahas mengenai pengalaman itu.

Justru pembahasan yang lebih sederhana, dan mudah dilakukan. Tentang bagaimana cara untuk mempraktekkan nasehat bijaksana diatas.

Sebenarnya simpel saja, nasehat ini dapat kita praktekkan dengan kalimat 'belajarlah ke etnis China'. Karena sesungguhnya kondisi sebuah negara sangat ditentukan oleh budaya dan sikap manusia yang ada didalam negara itu. Nah budaya dan sikap biasanya akan selalu mengikuti manusianya kemana dia pergi.

Terbukti etnis China atau juga populer disebut etnis Tionghoa, yang telah menyebar di hampir seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia, pada umumnya mereka telah menjadi warga yang sangat sukses dibidang bisnis dan menguasai kekuatan ekonomi dinegara dimana mereka berada.

Konon di Indonesia sekitar 80% pergerakan ekonomi kita dikuasai etnis China. Artinya dari produsen sampai distribusi aneka barang dan kebutuhan masyarakat kita dikendalikan oleh pebisnis Tionghoa. Padahal populasi mereka mungkin tidak lebih dari 10%. Luar biasa bukan, terbukti berlaku hukum pareto dalam bidang pengusaan bisnis juga. Kita tentu tidak asing dengan nama pebisnis sekala nasional maupun regional seperti Eka Tjipta, William Suryajaya, Ciputra, Muhtar Riyadi dan puluhan tokoh bisnis besar Tionghoa lainnya.

Selain mereka-mereka tokoh yang terkenal, kita pun dapat dengan mudah menemukan engkoh dan encik pengusaha sukses, yang tampil sederhana dan jauh dari hiruk pikuk ketenaran ataupun penghargaan media. Dan tersebar dihampir semua sentra perdagangan ataupun industri di semua kota. Mereka mempunyai bisnis besar dan memperoleh keuntungan usaha ratusan juta atau milyaran rupiah perbulan. Tapi tetap hidup santai dan 'low profile', tidak seperti kebanyakan (maaf) Caleg dan Calon pejabat pribumi yang heboh dan tebar pesona sana sini, yang ujung-ujungnya menggunakan jabatanya hanya untuk mencari uang beberapa puluh juta perbulan (normalnya), dan bisa ratusan juta atau milyaran (untuk yang kurang normal).

Nah daripada kita bingung dan bengong melihat kelihaian bisnis para etnis Tionghoa ini, maka lebih baik kalau kita mau belajar dan turut ambil bagian dalam lingkaran bisnis mereka. Caranya, ya mulailah berteman dengan mereka, kemudian bertanyalah tentang sejarah bisnis dan kiat sukses mereka, kemudian minta tolong diajarin bisnis atau dikasih peluang bisnis. Maka mereka dengan senang hati akan bercerita tentang kegigihan mereka atau nenek moyang mereka dalam perjuangan membangun bisnis, jadi ada baiknya kita membawa tisu atau sapu tangan untuk mengelap mata kalau-kalau kita ikut terharu.

Nah sesudah itu minta diajarin atau peluang bisnis. Saya pribadi masih ingat ketika disuruh Kokoh pemilik pabrik alat rumah tangga untuk mengumpulkan keranjang kelengkeng bekas, dari lapak toko buah, pasar ataupun mall-mall, “Kamu beli aja satu set keranjang sama tutupnya Rp. 3.000 misalnya, ntar saya beli Rp.4500/set. Kalau dah terkumpul 1000 set, kamu telpon aku, ntar barang ku ambil dan duit ku transfer”

Itu lah sejarahnya salah satu awal bisnis saya, maka pada zaman itu, tukang buah dipinggir jalan dan pasar dr bekasi-cikarang-karawang serta mall giant,hero,superindo maupun makro adalah tempat yang kami sambangi untuk memperoleh keranjang.

Perkenalan demi perkenalanan dan kerjasama dengan kokoh dan encik terus meluas, dan bahkan saya bisa menjadi pedagang perantara diantara mereka, menjadi supplier bahan baku ataupun menjadi penjual barang mereka, dan mereka selalu dengan senang hati memberi kepercayaan barang atau uang kepada saya, serta berbagi ilmu tentunya.

Bahkan suatu kejadian yang cukup terkenang, ketika saya dateng ke tempat seorang pengusaha Tionghoa yang sudah lama saya kenal, dan kala itu kebetulan dia tengah asyik diskusi dengan temannya, maka ketika saya datang, dia dengan setengah bercanda bicara ketemannya “Sssttt...jangan kenceng-kenceng bicaranya, ada Mustofa, ntar dia denger dan bisa lebih pinter dari kita. Mustofa itu kulit hitam tapi otak putih. Kulitnya jawa otaknya China” ha ha ha, akhirnya kita tertawa bersama-sama dan dilanjut dengan minum teh hijau...

Belajarlah dan bekerjasamalah dengan etnis China to be a great entrepreneur ! Mustofa Romdloni

Saya hanya kebagian sisanya


Salam hangat,

Karena teringat beberapa hari lalu saya menerima karyawan baru untuk kepala bagian maintenance dan beberapa operator tambahan untuk pabrik kami di Kosambi Tangerang. Dan ternyata untuk karyawan-karyawan baru ini aja, kami mesti menyiapkan anggaran tambahan untuk gaji mereka sekitar 45 juta sebulan..... Saya jadi teringat untuk melanjutkan tulisan sebelumnya....

Pesawat terbang yang sudah lepas landas ternyata jauh lebih mudah mengendalikannya, dan tidak membutuhkan power besar seperti saat lepas landas. Pada umumnya sang pilot tinggal me-set kota tujuan dan dengan sistem yang ada dipesawat, maka secara otomatis pesawat akan melesat ke kota tujuan atau yang lebih sering di sebut dengan auto pilot. Tugas sang pilot hanyalah memonitor dan melakukan action kalau-kalau terjadi penyimpangan jalur ataupun kondisi cuaca yang kurang bagus.

Nah kira-kira seperti inilah tugas kita para pemilik bisnis untuk berusaha membuat usaha kita menjadi auto pilot layaknya pesawat yang sudah di angkasa.

Bahkan kalau mengikuti nasehat Robert Kiyosaki, yang disebut kuadran bisnis yang benar adalah bisnis yang jika kita pemilki usaha, meninggalkan usaha kita atau tidak mengurusinya selama setahun atau lebih, setelah kita kembali maka kita temukan usaha kita tetap berjalan dengan baik, bahkan terus berkembang.

Saya pribadi masih terus belajar dan mengembangkan, bagaimana membuat usaha kami punya sistem bagus layakanya autopilot dalam penerbangan pesawat. Atau mungkin yang sering disebut istilah gaulnya usahanya jalan pengusahanya jalan-jalan, tapi bukan tukang ojek yah he he...... Setidaknya saat ini saya pribadi sudah tidak punya pekerjaan rutin harian yang harus dikerjakan karena banyak pekerjaan sudah diserahkan ke profesional sesuai keahlian masing-masing alias saya hanya kebagian sisa pekerjaan saja....

Selain libur lebaran, dalam setahun kami bisa beberapa kali mengambil libur ataupun perjalanan yang kisarannya 10 hari, entah keluar kota atau keluar negeri....seperti bulan depan insyaallah saya ikut rombongan TDA Goes to Turki....

Kira-kira apa saja ya yang diperlukan untuk membuat usaha kita bisa auto pilot ?. Akan coba saya kupas satu-persatu, bisa bersambung dalam beberapa email....

1. Leadership, alias sang owner sebagai pemimpin memiliki Visi yang jelas

Owner lah yang memiliki tujuan yang jelas, usaha kita mau dibawa kemana dan mau menjadi seperti apa. Ralph Waldo Emerson mengatakan “Dunia terbuka lebar bagi mereka yang tahu arah yang dituju”.

Pemimpin bisnis menetapkan visi tentang usahanya, yang bisa jadi merupakan pandangan dan tujuan jangka panjang yang tidak terlihat dalam penglihatan mata pada awalnya.

Seperti Walt Disney yang memiliki visi dalam benaknya bagaimana untuk menjadikan suatu tempat dimana anak-anak serta keluarganya bergembira bersama memasuki dunia yang sama sekali baru bagi mereka. Di dalam dunia baru ini, mereka akan menyaksikan secara nyata tempat-tempat dan tokoh-tokoh yang biasanya hanya mereka dengar dari dongeng. Sampai akhirnya Walt Disney berhasil menciptakan Disneyland yang sukses dan menyebar bukan hanya di beberapa negara bagian Amerika seperti Florida dan California, tetapi juga ke beberapa kota di negara lain seperti, Paris, Hongkong, Tokyo dan segera menyusul di Shanghai.

Dari visi yang jauh ini, kemudian mampu di pecah menjadi target-target yang lebih dekat dan lebih kecil.

Visi dan target akan menjadi tujuan yang menggerakkan usaha dan anggota tim untuk bekerja mewujudkannya dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun.

Misal sang owner mempunyai Visi memiliki resto di seluruh kota besar di Indonesia bahkan dunia. Kemudian di break down lagi menjadi target 1-2 resto yang benar-benar sukses di 3 tahun pertama. Kemudian target diperkecil lagi dengan pencapaian omzet tertentu, penambahan produk-produk tertentu, basis pelanggan tertentu, membuat sistem operasi yang bagus dst.... Jika target awal sudah tercapai kemudian dikembangkan dengan target ekspansi 1-2 resto pertahun misalnya.... Di salah satu perusahaan kami yang sedang fokus kami kembangkan, saya sebagai leader selalu menyampaikan visi ke anggota tim, bahwa dibidang kami, perusahaan harus menjadi nomer satu atau dua di Indonesia, dan menjadi pemain yang disegani di regional.

Visi tersebut kami breakdown dengan target yang lebih kecil seperti peningkatan kapasitas produksi dan nilai penjualan tertentu di setiap tahunnya. Serta target-target yang lebih kecil untuk masuk di sebuah pelanggan, penambahan alat-alat dan sumber daya tertentu untuk meningkatkan kemampuan kami, dst.

Insyaallah berlanjut ke email berikutnya.....

Salam Great Entrepreneur !

Mustofa Romdloni

Bob sadino : saya biarkan karyawan kurang ajar sama saya


Bob Sadino: Saya Biarkan Karyawan Kurang Ajar kepada Saya

Dua hari setelah saya berikan copy buku Follow Your Passion, saya ditelpon Bob Sadino, “Muadzin, saya sudah baca buku kamu. Kapan ada waktu buat ngobrol-ngobrol? Saya mau tahu lebih banyak nih”. “Eh yang bener Om? Besok boleh Om”, tanpa pikir panjang saya langsung siapkan jadwal. “Ok. Biar waktunya panjang bisa seharian, ketemu dari pagi saja ya. Kamu ke rumah saya, nanti lanjut makan siang, terus kita lanjut ngopi di Kemchicks”.

Woohoo… mimpi apa coba diajak ngobrol sama Bob Sadino seharian! *

Jam 9 pagi, saya dan isteri sudah berada di rumah beliau di bilangan Lebak Bulus. Rumahnya bertipe 21: tanah 2 hektar, rumah 1… hehe ini beneran, tanahnya 2 hektar.

Kami dijamu teh dan kue pagi sambil ngobrol-ngobrol ringan bareng Om Bob dan isteri. Ramah sekali mereka. Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya ceritakan. Saking banyaknya, saya sampai bingung mau cerita yang mana. Bayangkan, sehari penuh bersama Bob Sadino!

Saya mau cerita satu kejadian saja saat makan siang. Om Bob mengajak kami makan ke sebuah restoran Thai di bilangan Kemang. Nah yang ini juga perlu saya ceritakan. Saya pikir beliau akan naik Jaguar, atau BMW-nya, dan kita nanti ketemu di restoran tersebut, ternyata dia bilang ke isteri saya, “Maaf ya, saya duduk di depan.” Maksudnya, beliau naik mobil Chevrolet Zafira setengah-tua saya… hehe maaf ya Om kalau rasanya beda banget sama Jaguar :)

Sebelum ke restoran tersebut, dia minta ijin untuk ajak dua orang managernya ikut makan bareng dan jemput mereka di Kemchicks.

Dua karyawan beliau ini termasuk suka bercanda. Di dalam perjalanan dan saat makan siang, kami ngobrol tentang suasana kerja di Kemchicks diselingi becandaan kocak. Kadang mereka mencandakan om Bob dengan cueknya. Bahkan, menurut kami hal tersebut sudah tidak pantas dilakukan oleh seorang bawahan kepada atasannya. Tapi Om Bob sama sekali tidak menunjukkan rasa ketidaksukaan, apalagi marah. Malah beliau ikut ketawa terkekeh-kekeh. *

Saat lanjut ngopi sore di Kemchick dan kami hanya bertiga, saya dan isteri bertanya, “Om Bob kok cuek aja sih dibecandain karyawan, bahkan becanda yang cenderung kurang ajar?”

Sambil melontarkan senyuman khasnya, beliau bilang, “Memang saya biarkan karyawan kurang ajar sama saya”. Hah!?

“Karena kalau mereka sudah berani bercanda kurang ajar, berarti kita sudah berhasil dekat dengan karyawan. Kita sudah dianggap teman.” tambahnya.

Wow! What a lesson!

Kadang kita sebagai pemilik usaha, justru bersikap sebaliknya ‘kan? Berusaha jaim dan menjaga jarak dengan karyawan. Agar kita terlihat berwibawa, sehingga karyawan jadi sungkan dan takut dengan kita (eh maap, ‘kita’ lagi… ‘saya’ ding… hehe).

Ya, salah satu hal yang paling mencolok untuk kami amati selama seharian kebersamaan kami dengan Om Bob adalah kedekatan beliau dengan karyawannya. Terlihat juga saat kami diajak keliling Kemchicks, beliau menyapa semua karyawan yang dia ditemui. Semua. Sampai ke janitor dan office boy. “Muadzin, di sini tidak ada anak buah, yang ada anak beneran. Mereka saya anggap anak-anak saya sendiri”, kata beliau.

Dan rata-rata, usia mereka bergabung dengan Kemchicks sangat panjang. Dua manajer tadi, sudah bekerja 30 tahun di Kemchicks. Bahkan ada 1 karyawan lagi, mereka menyebutnya ‘orang nomor 1’, yang sudah ikut Bob Sadino sejak Kemchicks belum berdiri 43 tahun lalu.

Istri saya menanyakan, bagaimana kiat-kiat beliau bisa me-retain anak buahnya sekian lama. Jawabannya di luar dugaan. “Tante ini jagonya”, katanya sambil menunjuk istrinya. “Dia punya list seluruh karyawan, lengkap dengan tanggal ulang tahunnya. Setiap ada yang ulang tahun, dia selalu memberikan kado spesial untuk karyawan tersebut. Dan bukan sekedar kado, atau bingkisan yang typical, tapi dia benar-benar menyiapkan kado tersebut sesuai dengan kebutuhan karyawan yang berulang tahun.”

“Hal yang sederhana itu berdampak sangat besar kepada karyawan. Kadang si karyawan sendiri atau suami/istrinya lupa kalau hari itu adalah hari ulang tahunnya”, tambah beliau.

Hmm… simple ya? You don’t have to be a rocket scientist to do a great special thing to other.

. Depok 5 April 2013 Muadzin F Jihad Founder Semerbak Coffee Twitter @muadzin

>>

Salam, Muadzin

www.muadzin.com www.semerbakcoffee.com Follow me @muadzin

.

Pengusaha itu spesialis atau generalis?

Dalam blog ini saya telah menulis 3 artikel tentang mengapa menjadi spesialis. Namun muncul pertanyaan, dimanakah letak pengusaha? apakah juga spesialis ataukan generalis. Sebelumnya saya pernah tuliskan bahwa multitalentad berarti untalented, seseorang yang memiliki banyak talenta sama saja tidak memiliki talenta, apakah hal ini sama dengan pengusaha.

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin menganalogikan dengan sebuah tim sepakbola yang terdiri dari 11 orang, disana terdapat keeper, defender, midfielder, winger dan striker. setiap pemain adalah spesialis. seorang pemain, baik itu keeper, defender, ataupun posisi lainnya yang masuk dalam starting XI, pastilah pemain yang terbaik dibandingkan dengan pemain-pemain lain pada posisi yang sama di sebuah klub. Setiap pemain memiliki keahlian, pengalaman dan kapasitas untuk melakukan hal yang terbaik di posisinya. Sebut saja Joe Hart, Victor Valdes, ataupun Gianluigi Buffon merupakan sebagian dari keeper terbaik dunia, Sedangkan C. Ronaldo, Zinedine Zidane, Messi, dan masih banyak lagi, merupakan pemain-pemain sektor tengah dan depan yang mumpuni.

Jika setiap pemain memiliki posisinya masing-masing, lalu dimana posisi yang dapat menggambarkan seorang pengusaha. Yup, tidak lain adalah Coach/pelatih. Beberapa pelatih datang sebagai pemain sukses pada masa lalunya, seperti Sir Alex Ferguson, Pep Guardiola, Didier Deschamps dan Diego Maradona, sedangkan beberapa pelatih hadir dari pengalaman kepelatihan seperti Andre Villas Boas, Tito Vilanova maupun Andreas Stramaccioni.

Apakah 3 nama terakhir adalah seorang spesialis, ya tentu saja. Mereka adalah spesialis dibidang kepelatihan, meracik strategi, meracik permainan, psywar, mengelola psikologi hingga memotivasi pemain. Mereka terlatih untuk menjadi pelatih.

Demikian juga dengan pengusaha. Apakah seorang pengusaha harus memiliki spesialisasi yang beraneka ragam dalam waktu yang bersamaan, Seorang pelatih tidak mungkin memiliki pengalaman atau ahli atau bahkan pernah menjadi keeper, defender, midfielder ataupun striker dalam rentang waktu yang singkat. Apakah seorang bill gates harus menguasai pengelolaan sumber daya manusia, financial, marketing, dan administrasi dalam waktu yang bersamaan. Tidak, dan beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan pengelolaan perusahaan bisa jadi diserahkan kepada direktur/manager yang ahli dalam mengelola perusahaan.

Menjadi pengusaha bisa dari arah manapun dan tidak harus menguasai seluruh bidang, menjadi pengusaha bisa dari latar belakang seorang yang ahli di bidang financial yang kemudian membangun perusahaan dibidang jasa keuangan, dari seorang yang ahli di bidang IT yang membuka usaha dibidang konsultan IT, dari seorang yang ahli di bidang marketing yang membuka perusahaan marketing agency, dari seorang yang ahli di bidang pengelolaan sumber daya manusia yang membuka perusahaan outsourcing ataupun training, menjadi pengusaha bisa jadi dari hobi memasak kemudian membuka sebuah restaurant atau cafe, dan lain sebagainya.

Namun, yang menjadikan pengusaha seorang spesialis adalah kemampuannya dalam melihat peluang dan memanfaatkannya untuk mendapatkan profit melalui penciptaan nilai tambah (added value) produk yang diciptakan, berani mengambil resiko serta kemudian mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mencapai goal/tujuan usahanya. Seperti yang didefinisikan oleh Peter F. Drucker bahwa seorang entrepreneur adalah “…the practice of consistently converting good ideas into profitable commerce venture”.

Lalu bagaimana dengan pengusaha yang harus fokus pada satu bidang usaha?

Menurut saya itu adalah spesialisasi usaha, dengan kata lain, fokus usaha yang anda lakukan. Dengan keahlian dibidang pemasaran anda bisa memilih untuk menjadi spesialis di bidang marketing/pemasaran ataupun spesialis di bidang pemasaran produk tertentu, anda yang memilihnya.

Kemudian jika ada pertanyaan, "Bagaimana dengan Chairul Tandjung dengan CT Corpnya, Sandiaga Uno dengan Saratoga Recapital, Yusuf Kalla dengan Kalla Group, ataupun Eka Tjipta Widjaja dengan Sinarmas Group yang memiliki berbagai jenis usaha?" anda bisa menjawabnya sendiri.

source : klashkun.blogspot.com

Regards

Sincerely Yours ikhlash kautsar, S.Tp klashkun.blogspot.com | Follow me @klashkun

Sumber dana ditahap pengembangan

Setelah melewati tahapan membuka usaha dengan sedikit tersendat-sendat maka langkah berikutnya adalah tahap pengembangan bisnis

Di tahapan ini juga tidak kalah serunya dengan tahapan membuka usaha, istilahnya dimulai lagi dari "nol" karena kebutuhan dan tantangannya memang berbeda

Di tahap ini banyak dibutuhkan modal dana/uang, ilmu marketing, keuangan, SDM, management, dll

Dan ditahap ini pula banyak pengusaha yang gugur dengan sukses meninggalkan banyak hutang

Di tahapan ini yang tidak bisa dihindari dan harus ada itu adalah soal dana atau uang karena meningkatnya omzet sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit

Dana bisa digunakan untuk penambahan stok barang, perluasan kantor, tambah karyawan, tambah aset dll

Permasalahannya sekarang adalah...., darimanakah sumber dananya..??

Cara yang paling gampang dan cepat adalah memanfaatkan fasilitas bank seperti KUR, PRK, kartu kredit, gestun, cash back KPR, dll

Semua cara diatas banyak caranya dan sangat mudah untuk mensiasati bank karena yang dibutuhkan bank adalah data yang tercetak dan data ini sangat mudah di buat

Cara lainnya adalah bisa bekerjasama dengan investor

Cara ini agak sulit karena investor membutuhkan kepercayaan dari kita sebagai pengusaha

Tetapi akan menjadi mudah jika bisnis dan kitanya sudah teruji oleh waktu

Kalau sudah begini biasanya investor akan "merem" aja untuk ngeluarin duit

Ada lagi cara yang lebih enak yaitu kita masuk kedalam sebuah badan usaha yang bersifat pembiayaan seperti koperasi, BMT, dll

Jika tergabung dengan badan usaha tersebut, contoh koperasi maka ada 3 keuntungan yang didapat

1. Kemudahan pinjaman yang berefek mempercepat rencana kita untuk berkembang 2. Dapat pembagian SHU dalam setiap periode 3. Dapat prosentase karena prestasi selalu meminjam uang koperasi (tapi ini optional)

Naaah...., jika sudah ketemu caranya maka bisa beranjak ke langkah berikutnya yaitu semuanya dikembalikan ke keyakinan agama masing-masing

Apakah cara pinjam meminjam atau sistim pembiayaan atau sistem investor sudah sesuai dengan ajaran agama kita

Mari kita bertanya kepada rumput yang bergoyang.......

Salam sukses dunia akherat,

http://prakom.com http://rawiwahyudiono.com http://twitter.com/rawiPrakom http://facebook.com/rawi.wahyudiono

Ayo menulis buku, gampang kok..

Dear All, Menarik nih postingan mas Ato Sunarto, layak diikuti jejaknya dan bagi temen2 milis tda Bekasi yang belum action menulis ayo menulis. Bagi Oma, menulis itu seperti menikmati makanan yang lezat dan membuat kita ketagihan. Dengan menulis kita bisa juga menyampaikan atau memberikan sesuatu kepada masyarakat tanpa harus bertemu muka. Jadi kalau Oma tiada hari tanpa menulis. Menulis apa saja yang bisa ditulis, tanpa memikirkan ada yang mau baca atau tidak. Namun kita selalu punya niat memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada sesama.

Menulis buku itu mudah,yuk dicoba. Nah bila kita sudah biasa menulis artikel maka akan lebih mudah menulis buku. Jujur Oma sebenarnya bukan pengarang yang hebat namun Oma hanya senang menuliskan pengalaman hingga saat ini baru 20 judul buku yang Oma tulis, semuanya tentang herbal/tanaman obat.Hampir semua buku yang Oma tulis benar2 menulis sendiri atau hasil karya tarian jari2 tangan Oma dikomputer/laptop. Dengan menuliskan pengalaman kita ternyata buku bisa menjadi iklan yang luar biasa. Buku bisa lebih meyakinkan masyarakat untuk mempercayai produk/jasa kita. Beberapa tip menulis buku dari Oma: 1. Menulis itu harus "Fun" atau menyenangkan. Tulislah apapun yang kita rasa menyenangkan diri kita dan berharap bisa menyenangkan orang lain 2. Menulis itu gunakan "Feeling". Tulislah sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain dengan segenap perasaan dan cinta dan kasih 3. Menulis itu perlu "Faith" kedekatan diri pada Tuhan sang empunya hidup, menulislah dengan etika yang benar , tidak menyinggung perasaan orang lain. 4. Menulislah dengan mempertimbangkan "Future", demi masa depan yang gemilang menulislah dan the last but not least 5. Menulislah untuk mendapatkan bonus "fuluus" hehehe. Selanjutnya : 1. Bertemanlah dengan banyak orang dengan berbagai karakter 2. Cari link penerbit buku, bila ide tulisan kita memang dibutuhkan masyarakat luas Insya Allah bisa diterbitkan secara komersial 3. buat draft /rancangan isi bukunya, 4. perbanyak membaca bukunya orang lain (bukan buat mencotek namun cari inspirasi dan menambah wawasan) 5. Sering2 browsing di internet tanya mbah Google tentang apapun yang ingin kita tulis 6. Mintalah pasangan/teman baik untuk membaca tulisan kita dan minta masukan2nya (editor utama buku Oma ya Opa Harmanto) 7. Yakin dan percaya buku kita laris manis (ilmu LOA) Sementara itu dulu tip2 dari Oma semoga ada manfaatnya, silahkan kalau ada yang mau nambahin. Salam sehat dan semangat.

Ning Harmanto www.ningharmanto.com www.herbal4diabet.com

Kenapa harus menjadi spesialis?

Kenapa harus menjadi spesialis ?

Bayangkan anda adalah seorang lulusan sarjana (fresh graduate) yang belum memiliki pengalaman. Anda tengah mencari sebuah pekerjaan dan memiliki waktu selama 40 jam dalam seminggu.

Anda kemudian ditawari oleh beberapa perusahaan untuk bekerja parttime di beberapa jenis pekerjaan dengan komposisi gaji sebagai berikut. Sebagai admin anda dibayar sebesar 10.000 perjam, sebagai akuntan anda dibayar 12.000 perjam, sebagai pengawas anda dibayar 14.000 perjam, dan sebagai marketing anda dibayar 16.000 perjam. Anda kemudian mengambil seluruh pekerjaan yang datang kepada anda. Sehingga perhitungan penghasilan selama seminggu anda bekerja menjadi sebagai berikut : - Sebagai admin anda mendapat gaji 10.000 x 10 - sebagai akunting anda mendapat gaji 12.000 x 10 - sebagai pengawas anda mendapat gaji 14.000 x 10 - sebagai marketing anda mendapat gaji 16.000 x 10

Jika dihitung total, maka penghasil anda selama seminggu dengan 4 pekerjaan yang berbeda mencapai 520.000. Apakah ada yang salah dari perhitungan ini? secara matematis tidak, namun kita merasa ada yang aneh bukan. Ya, apabila anda mengambil satu saja pekerjaan, sebagai contoh marketing, kemudian anda menghabiskan waktu 40 jam selama seminggu, maka penghasilan yang anda dapatkan menjadi 640.000, lebih besar daripada mengerjakan seluruhnya.

Namun, nilai tersebut hanya bagi anda yang belum memiliki pengalaman. Bagaimana jika anda memiliki pengalaman di suatu bidang selama 1 tahun, 2 tahun atau bahkan 5 tahun. Anda pasti akan mendapatkan bayaran yang lebih tinggi. Keahlian anda menjadi bertambah, wawasan anda pun bertambah, dan juga anda menjadi seorang yang expert.

Terkadang mungkin kita berpikir, banyak sekali peluang yang kita temukan di luar sana. Jika kita membuka koran pada hari ini, maka banyak sekali peluang di berbagai bidang pekerjaan maupun usaha. Beberapa orang akan berpikir, jika saya memiliki keahlian yang banyak, maka peluang saya untuk mendapatkan pekerjaan diluar sana akan semakin besar juga. Tapi, dengan berpikir seperti itu, sebenarnya anda justru telah menghilangkan kesempatan bagi diri anda. anda hanya akan menghabiskan waktu anda. Peluang yang ada di luar sana membutuhkan pengalaman agar anda mendapatkan bayaran yang tinggi.

Beberapa dari kita juga mungkin pernah merasakan putus asa manakala keahlian yang kita miliki tidak pernah "dilirik" atau "dibeli" oleh orang lain. Percayalah, semakin sedikit permintaan, berarti semakin tinggi harga anda. Tidak banyak orang yang seperti anda, jika banyak, maka tentu saja harga keahlian anda menjadi sangat murah bukan.

Seorang dokter spesialis akan dibayar dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada seorang dokter umum. Ya, karena menjadi spesialis membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi, pengalaman yang lebih banyak dan waktu yang tidak sebentar.

Seorang teman pernah berkata, menjadi generalis atau multi talented sama saja dengan tidak memiliki keahlian. jadi, apa spesialisasi anda?

sumber : http://klashkun.blogspot.com/2013/03/kenapa-harus-menjadi-spesialis.html Sincerely Yours ikhlash kautsar, S.Tp klashkun.blogspot.com | Follow me @klashkun

Roda itu berputar

Sabtu kemarin saya bersama 25 orang teman2 EU kunjungan lokasi ke tempat usaha Pak Wan Muhammad di Tambun Bekasi. Yang punya Idolmart. Sharing bisnis ritel dan kuliner. Panjang lebar Pak Wan menceritakan konsep usahanya. Terutama bisnis kuliner yang baru dibangun. Konsep bisnis, target market, investasi, sistem operasional, rencana ke depan, dll. Ada sekitar 2 jam sharing di tempat beliau.

Selesai di Pak Wan, saya ajak ke tempatnya Mas Hari di Karawang. Sharing bisnis kuliner juga. Sharing dari jam 6 sore sampai jam 8 malam. Sama..., panjang lebar juga Mas Hari menceritakan jatuh bangunnya membangun usaha.

Ada persamaan cerita keduanya. Sama sama pernah bangkrut dengan hutang diatas 1 Milyard. Mulai dari minus.

Pak Wan bangkit dengan menata kembali bisnis yang sudah bangkrut, Toysmart. Belajar dari kegagalan, dia bangun bisnis retail dengan konsep yang berbeda, Idolmart. Saat ini Idolmart sudah ada 39 Cabang, dengan Omzet rata2 8 Milyard/bulan. Mencoba terjuan lagi di bisnis kuliner, Met Cafe. Baru satu bulan jalan, omzet rata2 3 juta per hari.

Mas Hari juga pernah terjun di berbagai bisnis. Bengkel mobil, distributor pupuk, Stasiun TV (KCTV), Franchise bahasa inggris, Franchise kuliner. Bangkrut dengan hutang 2 Milyard. Saat ini bangkit lagi dengan jualan mie. Dimulai dengan omzet 4 juta perbulan satu setengah tahun yang lalu, bulan Maret ini diprediksi nembus 200 juta perbulan. Begitu juga kursus bahasa Inggris dengan merk sendiri saat ini muridnya ada 250 orang.

Saat pulang dari Karawang ada peserta yang nanya ke saya

"Pak itu kenapa mereka bisa bangkit lagi ya?", tanyanya.

Karena sebagian jawaban sudah diceritakan oleh masing masing narasumber sayapun cuma ngejawab

"Setiap orang itu ada masanya dan setiap masa ada orangnya", jawab saya. "Hidup itu seperti roda berputar, untuk itu jika rodanya lagi diatas segera loncat, kempesin rodanya dan segera ganjal..." he..he...

Bertindaklah, Action. Hasilnya serahkan sama yang Di Atas...

Salam action

Ato Sunarto