Sewaktu ke Bandung saya bertemu dengan seorang pengusaha komputer besar yang mempunyai bermacam-macam usaha, sebut saja namanya gunawan
Bisnis utama dia adalah jual beli dan service laptop second beserta perangkatnya sedangkan bis
Llplnis sampingannya adalah rental mobil, game centre dan bisnis kuliner
Yang menarik dari dia adalah dia setiap hari selalu nongkrongin tokonya dari jam 8 pagi sampai 8 malam
Istrinya juga ikut di toko itu tetapi mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan orang luar
Si gunawan ini tidak hanya nongkrong, dia sudah punya pelanggan tetap yang tersebar di sekitar bandung yang dengan setia selalu datang ke tokonya
Bisnisnya sudah besar, dia sering masukin barang dari luar patungan bersama teman-temannya sesama pengusaha b komputer yang ada di harco jakarta
Dia menguasai pasar komputer di jawa barat terutama laptop yang saat ini menjadi bisnis andalannya
Dia tidak memanfaatkan internet untuk penjualan tetapi menggunakan internet untuk mencari barang yang akhirnya bisa kenal dengan saya
Dari banyak ngobrol, akhirnya terjadi transaksi bisnis lainnya yaitu kita sama-sama akan memasukkan barang dari singapore dan batam yang akan dilakukan dengan visit bersama untuk memastikan kondisi barangnya
Sebetulnya yang menarik bukan itu, yang menarik adalah dia, gunawan, tidak mendelegasikan pekerjaannya ke orang lain, dia rela nungguin kantornya selama 12 jam selama bertahun-tahun, bisnisnya dimulai tahun 98
Untuk bisnis yang lain, dia baru angkat orang kepercayaan untuk menjalankannya dengan sistim laporan rutin serta memasang banyak "mata-mata" disekitar orang kepercayaannya
Dari cara gunawan menjalankan bisnisnya ternyata ada banyak kesamaan dengan kawan-kawan saya yang chinese
Mereka selalu rela nungguin bisnisnya setiap hari selama bertahun-tahun dan mereka juga memainkan investasi ke dalam bentuk lain seperti bisnis, LM, reksadana, property, dll
Mereka selalu bergelut dengan rutinitas harian dengan dibantu sedikit karyawan
Apa yang dilakukan teman-teman chinese saya sangat berbeda dengan apa yang saya kenal di lingkungan saya walaupun tidak semuanya
Banyak kawan-kawan saya yang selalu bangga dengan jargon "bisnis jalan pengusaha jalan-jalan" atau "ternak teri"
Seolah-olah jika sudah bisa meninggalkan bisnisnya maka semua kelihatan hebat
Seolah-olah jika bisa mempunyai banyak karyawan maka bisa dipandangn sebagai pengusaha sukses
Istilah On Bisnis menjadi lebih hebat stratanya daripada In Bisnis, padahal bisnis tidak bisa dibuat segampang itu
Dalam sesi mentoring bersama coach Fauzy rachmanto, saya menemukan istilah benteng untuk penggambaran kondisi bisnis
Jika saat ini kita masih harus memperkuat benteng kita maka yaitulah pekerjaan yang harus kita lakukan setiap hari, setiap saat sampai benteng benar-benar kuat, sampai bisnis bisa menghasilkan cashflow yang mantap
Jika di suatu saat kita ingin merebut benteng lain maka segala macam resource yang ada bisa dikerahkan
Untuk merebut benteng lain kita bisa menghire orang lain untuk melakukannya dalam jangka waktu tertentu, misal 3 6 atau 12 bulan
Untuk pendanaan digunakan uang tabungan bukan uang operasional benteng yang ada
Jika terjadi kegagalan maka kita bisa kembali ke benteng yang lama dan pasukan yang ada juga dibubarkan
Tetapi kita sebagai komandan perang masih punya benteng yang kokoh sebagai tempat berteduh dan uang yang sudah terlanjur keluar tidak sampai mengganggu operasional bisnis yang ada
Jadi....... fokus kepada bisnisnya bukan fokus kepada penilaian orang lain adalah jalan terbaik untuk memperbesar bisnis
Salam sukses dunia akherat,
http://prakom.com http://rawiwahyudiono.com http://twitter.com/rawiPrakom http://facebook.com/rawi.wahyudiono
Terkirim dari device hasil jualan server, printer dan ribbon
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar