Minggu, 18 Mei 2014

Feed Wafer dan Feed Burger

Pakan mempunyai peranan yang sangat penting didalam kehidupan ternak. Kita ketahui bahwa biaya pakan merupakan biaya terbesar dari total biaya produksi yaitu mencapai 70-80 %. Kelemahan sistem produksi peternakan umumnya terletak pada ketidakpastian tatalaksana pakan dan kesehatan. Keterbatasan pakan menyebabkan daya tampung ternak pada suatu daerah menurun atau dapat menyebabkan gangguan produksi dan reproduksi yang normal. Hal ini antara lain dapat diatasi bila potensi pertanian/industri maupun limbahnya ikut dipertimbangkan dalam usaha peternakan. Ini tidak menjadi suatu yang berlebihan mengingat Indonesia merupakan negara agraris. Asalkan kita tahu secara tepat nilai guna dan daya gunanya serta tahu teknologi yang tepat pula untuk mengelolanya, agar lebih bermanfaat. Kendala utama dari pemanfaatan rumput dan atau limbah pertanian antara lain adalah pengangkutan, karena pada umumnya rumput atau limbah pertanian membutuhkan tempat yang luas untuk setiap satuan beratnya. Dengan penerapan teknologi pengolahan pakan seperti pencacahan rumput dan atau limbah pertanian yang diolah menjadi Roti /Wafer dan Burger untuk ternak dapat meningkatkan kualitas dan palatabilitas serta mempermudah pengangkutan.

Sabtu, 12 April 2014

EM/MOL

EM (Effective Microorganism) / MOL (mikroorganisme Lokal)
      MOL (mikroorganisme Lokal) kita ketahui bahwa dipasaran harga MOL produksi luar negeri harganya cukup mahal, seperti merk EM4 (effective microorganism) bokhasi buatan Jepang. MOL sangat berguna untuk memupuk tanaman, dan juga bisa berfungsi sebagai bahan starter pembuatan kompos. MOL tidak merusak lingkungan dan juga tidak berbahaya bagi manusia dan hewan. Go Green untuk dunia, merupakan tujuan dari kita semua manusia yang menginginkan pentingnya lingkungan hidup ini dijaga dan dilestarikan oleh kita semua, demi terpeliharanya lingkungan yang bersih dan sehat serta berkesinambungan untuk umat manusia di bumi.
EM (Effective Microorganism) merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies, yang berguna untuk pertanian, peternakan, perikanan, industri, kesehatan dan lingkungan. EM berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam tanah memberikan multiple efect yang secara dramatis meningkatkan mikro flora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, sacharida, alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman. Kandungan EM terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan jamur fermentasi. Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat, percepat perombakan bahan organik, lignin dan cellulose, dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan. Actinomicetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat anti biotik, menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri asam laktat actinomicetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan. 
     Fungsi EM untuk mengaktifkan bakteri pelarut, meningkatkan kandungan humus tanahlactobonillus sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. Bila disemprotkan di daun mampu meningkatkan jumlah klorofil, fotosintesis meningkat dan percepat kematangan buah dan mengurangi buah busuk. Juga berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfunsi antioksidan, menekan bau limbah, menggemburkan

Cultivating Azolla as a livestock feed

Several cost effective methods can be used for the cultivation of Azolla as a livestock feed. The one described here was developed by India’s Natural Resources Development Project (NARDEP) and reported by agriculaturalnetwork.org:
http://www.agriculturesnetwork.org/magazines/global/small-animals-in-focus/azolla-livestock-feed
Much of the information presented below is from NARDEP and the agriculaturalnetwork.org link listed above. The method is also documented in the following publication:
Kamalasanana Pillai, P, S. Premalatha, S. & Rajamony, S. 2001. Azolla – a sustainable feed substitute for livestock. LEISA India, Volume 4 number 1, March 2002.
NARDEP’s cultivation method
NARDEP therefore developed a method for cultivating Azolla that is easy and economical for livestock farmers. One of its attractions is that the dung produced by livestock is used to help fertilize the Azolla plants which, in turn, provide nutrition for the livestock.
• A water body is made, preferably under the shade of a tree, with the help of a silpauline sheet. Silpauline is a polythene tarpaulin which is resistant to the ultra violet radiation in sunlight. A pit of 2 x 2 x 0.2 m is dug as a first step.
• All corners of the pit should be at the same level so that a uniform water level can be maintained. The pit is covered with plastic gunnies to prevent the roots of the nearby trees piercing the silpauline sheet, which is spread over the plastic gunnies.

Memperbanyak ROTER

Membaca beberapa documen tentang ROTER, saya agak confuse, terutama dengan bagaimana cara memperpanyaknya .
Pembuatan ROTER 1
Bahan A :
1. Rumput laut :1 kg, jika tidak ada bisa diganti dengan azzola
2. Pisang ; 10 buah
3. Nanas : 1 Buah
2. Yoghurt : 1 liter, jika ga ada boleh di ganti dg susu murni / yakult
3. Usus kambing / sapi : 500 gram
4. Gula merah : 1 kg
5. Ragi tape : 1 butir
6. air kelapa : 5 liter
cara buat :